Waduh! Timbangan Berat Badan Naik Habis Lebaran, Tips Kembali Langsing dari Ahli Gizi UGM

Waduh! Timbangan Berat Badan Naik Habis Lebaran, Tips Kembali Langsing dari Ahli Gizi UGM

Usai menyantap opor dan rendang saat Lebaran, jangan langsung rebahan. Ada beberapa langkah mudah yang bisa membantu menjaga kadar kolesterol tetap stabil.--Pinterest

JAKARTA, DISWAY.ID - Naik berapa kilogram berat badan kamu usai Lebaran?

Jangan kaget, itu efek santan, ketupat, rendang, opor, hingga kue kering. 

Dilansir dari laman resmi UGM, menurut Riani Witaningrum, seorang ahli gizi di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM (FK-KMK UGM), kondisi ini umum terjadi tetapi harus segera ditangani.

Kembali ke dasar pola makan seimbang sangat penting untuk memulihkan keseimbangan metabolisme.

BACA JUGA:6 Tips Menjaga Berat Badan Pasca Lebaran 2026, Cara Cegah Lemak Numpuk Setelah Puasa

Solusi Turunkan Berat Badan

Pola Makan

Mengikuti pedoman Kementerian Kesehatan, yaitu Isi Piringku, satu piring makan ideal seharusnya terdiri dari setengah sayur dan buah, serta setengah lagi makanan pokok dan protein.

Waktu makan yang teratur juga penting untuk menstabilkan gula darah dan mendukung pencernaan.

Dianjurkan untuk mengonsumsi tiga kali makan utama dan dua hingga tiga camilan sehat per hari, dengan pembagian energi yang sesuai.

BACA JUGA:Raih Dua Rekor MURI, Sarihusada Perkuat Edukasi Gizi Lewat Kampanye 'Pejuang Berat Badan Anak'

Aktivitas Fisik

“Aktivitas fisik juga sangat penting. Olahraga ringan selama 20–30 menit per hari membantu mengatur pencernaan, meningkatkan sensitivitas insulin, dan mendukung metabolisme secara keseluruhan,” tambahnya.

Jangan Lupa Buah dan Sayur

Witaningrum menyarankan untuk menghindari makanan yang terlalu pedas, asam, atau mengonsumsinya dalam porsi besar sekaligus.

Selama masa transisi ini, karbohidrat sederhana seperti nasi putih dan ketupat sebaiknya dibatasi dan diganti dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, biji-bijian utuh, dan sayuran.

Begitu juga dengan sumber lemak jenuh seperti santan, margarin, dan minyak sawit yang sebaiknya dikurangi, dan diganti dengan lemak tak jenuh seperti minyak zaitun dan alpukat.

Ia merekomendasikan agar asupan lemak jenuh dijaga di bawah 7% dari total kalori harian, dengan lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal masing-masing sebesar 10% dan 20%.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: