1.528 SPPG Disetop Sementara, BGN Ungkap Penyebab dan Tren Terbaru

1.528 SPPG Disetop Sementara, BGN Ungkap Penyebab dan Tren Terbaru

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang mencatat sebanyak 1.528 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia mengalami penghentian operasional sementara hingga Rabu, 25 Maret 2026-dok. Disway-

Dengan meningkatnya kepatuhan terhadap SLHS, diharapkan operasional SPPG dapat segera kembali normal secara bertahap.

Langkah ini juga menjadi bagian dari pengawasan nasional untuk menjamin kualitas pelayanan gizi kepada masyarakat tetap aman dan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

Adapun rincian penghentian operasional SPPG menjadi dua kategori, yakni karena kejadian menonjol (KM) dan non-kejadian menonjol. 

BACA JUGA:Cek Batas Skor UTBK SNBT Kedokteran Hewan IPB, Tembus Top 100 Dunia Versi Ranking QS

BACA JUGA:1.461 Laporan Pengaduan THR Belum Beres, Hak Buruh Belum Dibayar

1. Penutupan karena kejadian menonjol ( KM) terjadi gangguan pencernaan pada penerima manfaat:

  • Wilayah I: 17 SPPG
  • Wilayah II: 27 SPPG
  • Wilayah III: 28 SPPG
  • Total: 72 SPPG

2. Penutupan karena Non-KM ( non kejadian menonjol), misalnya pembangunan dapur tidak sesui Juknis

  • Wilayah I: 198 SPPG
  • Wilayah II: 464 SPPG

BACA JUGA:5 Cara Bayar Biaya Pendaftaran UTBK SNBT 2026 Lewat Bank BSI, Mandiri, BNI, BRI dan BTN!

BACA JUGA:TNI Copot Kabais Letjen Yudi Abdimantyo Imbas Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

  • Wilayah III: 30 SPPG
  • Total: 692 SPPG

Sementara itu, jumlah SPPG yang masih dalam status penghentian operasional tercatat sebagai berikut:

  • Wilayah I: 215 SPPG
  • Wilayah II: 491 SPPG
  • Wilayah III: 58 SPPG
  • Total: 764 SPPG

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: