Pemulihan Aktivis KontraS, Andrie Yunus Diprediksi Jalani Operasi hingga 2 Tahun

Pemulihan Aktivis KontraS, Andrie Yunus Diprediksi Jalani Operasi hingga 2 Tahun

Komnas HAM dalam konferensi pers di RSCM, Kamis (26/3/2026).-Hasyim Ashari-

JAKARTA, DISWAY.ID– Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyampaikan perkembangan terkini mengenai kondisi kesehatan aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Akibat luka bakar serius yang diderita di sekujur tubuhnya, Andrie diproyeksikan harus menempuh rangkaian prosedur medis jangka panjang.

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin P. Siagian, mengungkapkan bahwa tim medis RSCM telah menyusun rencana penanganan bedah secara bertahap.

BACA JUGA:Jusuf Kalla Soroti Kasus Air Keras ke Aktivis KontraS, Minta Dalang Diungkap

Masa pemulihan dan operasi lanjutan diperkirakan akan memakan waktu antara enam bulan hingga dua tahun ke depan.

"Fokus utama dalam enam bulan pertama adalah menjaga stabilitas kondisi pasien sembari menjalankan operasi lanjutan. Rangkaian tindakan medis ini akan terus berlanjut hingga dua tahun guna memaksimalkan pemulihan persentase luka bakar yang diderita," ujar Saurlin dalam konferensi pers di RSCM, Kamis (26/3/2026).

Selain fokus pada penanganan luka bakar luar, tim medis juga tengah memberikan perhatian khusus pada kondisi mata kanan Andrie Yunus.

Hingga saat ini, fungsi penglihatan sang aktivis masih dalam tahap observasi ketat dan belum menunjukkan arah perkembangan yang pasti.

Komisioner Mediasi Komnas HAM, Pramono Ubaid Tanthowi, menyebutkan bahwa pihak rumah sakit masih melakukan analisis mendalam untuk menentukan tindakan selanjutnya.

BACA JUGA:Polda Metro Jaya Pastikan Inisial Tersangka Air Keras KontraS Akurat Lewat Metode SCI

"Hingga saat ini belum bisa disimpulkan apakah ada penurunan atau peningkatan signifikan pada fungsi penglihatan mata kanan. Segala kemungkinan medis masih terbuka," jelas Pramono.

Andrie Yunus merupakan sosok aktivis yang dikenal vokal dalam isu-isu kemanusiaan. Kondisi kesehatannya kini memicu keprihatinan luas dari berbagai kalangan pegiat HAM.

Komnas HAM berkomitmen untuk terus memantau proses pemulihan ini sekaligus memastikan hak-hak kesehatan korban terpenuhi selama masa perawatan panjang di rumah sakit rujukan nasional tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait