Perbandingan Kandungan Rokok dan Vape Sesuai Penelitian BRIN dan Jurnal Internasional

Perbandingan Kandungan Rokok dan Vape Sesuai Penelitian BRIN dan Jurnal Internasional

Ilustrasi vape dan perbandingannya dengan rokok-Kementerian Kesehatan RI-ayosehat.kemkes.go.id

BACA JUGA:Pengamat Intelijen Minta KPK Transparan Ungkap Mafia Cukai Rokok Ilegal

Mamet, yang merupakan mantan perokok dan anggota komunitas Matic Dizzy Person, menyampaikan pengalamannya beralih dari kebiasaan merokok ke rokok elektronik sejak 2019 lalu.

Ia merasakan perubahan signifikan. 

“Pertama soal penampilan, gigi saya sekarang tidak kuning lagi seperti dulu saat masih merokok. Bau badan dan baju juga jadi lebih bersih,” ungkapnya.

Bagi Mamet, alasan beralih juga berkaitan dengan kenyamanan orang lain di sekeliling hingga dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Ia menjelaskan bahwa dirinya menggunakan rokok elektronik agar lebih aman dan nyaman, sehingga tidak ingin udara di rumah tercemar asap rokok. Meski demikian, proses transisi tidak selalu mudah. 

BACA JUGA:Meskipun Kehilangan Istri, Bos Rokok HS Minta Maaf ke Korban Kecelakaan di Kulon Progo: Kita Jalin Silaturahmi

“Paling susah itu biasanya setelah makan atau saat sedang pusing. Tapi untungnya di vape banyak varian rasa, jadi bisa membantu sebagai pengganti,” katanya.

Mamet juga menekankan pentingnya sikap bertanggung jawab sebagai pengguna dengan memahami tempat dan tidak memaksakan penggunaan di area terlarang, karena hal tersebut dapat berdampak pada pengguna lain, sekaligus mengingatkan agar pengguna menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah cartridge atau botol liquid sembarangan.

Di tengah maraknya informasi di ruang digital, Mamet juga mengingatkan agar masyarakat lebih bijak dalam menerima informasi. 

“Jangan telan informasi mentah-mentah atau sekadar percaya dari sumber yang belum tervalidasi,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait