Kasus Malaria Melonjak Pemerintah Genjot Eliminasi 2030
Data menunjukkan, jumlah kasus malaria pada 2025 mencapai 706.297 kasus atau meningkat sekitar 30 persen dibandingkan 2024 yang berjumlah 543.965 kasus-Freepik-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Peringatan Hari Malaria Sedunia (HMS) tahun ini menjadi pengingat kuat bahwa perjuangan melawan malaria di Indonesia belum usai.
Di tengah capaian eliminasi yang terus meningkat, lonjakan kasus pada 2025 justru menjadi tantangan serius menuju target bebas malaria 2030.
Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr. Prima Yosephine, mengatakan bahwa komitmen bersama menjadi kunci utama.
BACA JUGA:92% Kasus Disumbang Papua, Menkes Ungkap Tantangan Berantas Malaria
“Akhiri malaria bukan hanya target program, tetapi keharusan yang harus dicapai melalui kolaborasi semua pihak,” ujar Prima dalam temu media HMS 2026 melalui zoom, di Jakarta, 1 Mei 2026.
HMS yang diperingati setiap 25 April bertujuan meningkatkan komitmen pemerintah dan mendorong keterlibatan aktif masyarakat.
Hal ini penting karena malaria masih menjadi masalah kesehatan di sejumlah wilayah, terutama di kawasan timur Indonesia, serta berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan kondisi sosial ekonomi.
Data menunjukkan, jumlah kasus malaria pada 2025 mencapai 706.297 kasus atau meningkat sekitar 30 persen dibandingkan 2024 yang berjumlah 543.965 kasus.
Sebagian besar kasus, yakni sekitar 95 persen, berasal dari Tanah Papua yang menjadi fokus utama intervensi nasional.
BACA JUGA:Eliminasi Malaria 2030, Papua Masih Sumbang Kasus Terbanyak
Meski demikian, capaian eliminasi terus menunjukkan progres.
Hingga 2026, sebanyak 412 dari 514 kabupaten/kota telah bebas malaria.
Tujuh provinsi juga sudah dinyatakan eliminasi, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan Sumatera Selatan.
Prima menambahkan, pemerintah kini menggenjot strategi terpadu untuk menekan kasus.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: