Rupiah Ambruk hingga Sentuh Angka Rp 17.405, Apa Kata Bank Indonesia?
buka suara usai nilai tukar Rupiah kepada Dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak melemah hingga menyentuh level Rp 17.405 per dolar AS, setelah sebelumnya terus melemah hingga ke kisaran Rp 17.293 per dolar AS-Disway.id/Bianca Khairunnisa-
JAKARTA, DISWAY.ID - Bank Indonesia (BI) kembali buka suara usai nilai tukar Rupiah kepada Dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak melemah hingga menyentuh level Rp 17.405 per dolar AS, setelah sebelumnya terus melemah hingga ke kisaran Rp 17.293 per dolar AS.
Dalam penuturannya, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin G. Hutapea menyampaikan bahwa konflik di Timur Tengah masih memiliki peran yang besar terhadap pergerakan nilai tukar Rupiah ini.
BACA JUGA:Kurbanaval, Dompet Dhuafa Ajak Masyarakat Sinergi Kebaikan dalam The Kurban Series 1447 H
Kendati begitu, dirinya juga menambahkan bahwa pergerakan ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya.
"Pergerakan Rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya. Philippine Peso melemah sebesar 6,58 persen, Thailand Baht melemah 5,04 persen, India Rupee melemah 4,32 persen, demikian pula dengan Chile Peso (-4,24 persen)," jelas Hutapea kepada Disway dan awak media lainnya di Jakarta, pada Selasa, 5 Mei 2026.
Melanjutkan, Erwin juga menambahkan bahwa untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, BI nantinya juga akan turut mengoptimalkan intervensi di pasar valuta.
Intervensi ini sendiri meliputi transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder.
"Langkah ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berlanjutnya tekanan global," tegas Erwin.
"Bank Indonesia terus menegaskan komitmen untuk senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah," tambahnya.
Pelemahan Rupiah ini sendiri bukanlah kali pertamanya di bulan April 2026 ini. Pada Selasa (07/04) lalu, nilai tukar Rupiah turut mengalami pelemahan masif.
Dalam hal ini, nilai tukar rupiah terhadap USD, yang ditutup dengan kembali turun 70 poin atau setara 0,41 persen ke level Rp 17.105 per USD.
Tidak hanya itu. Sebelumnya pada akhir hari Jumat 27 Februari 2026, Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa Rupiah dibuka pada level (bid) Rp16.750 per dolar AS, dengan Yield SBN 10 tahun turun ke 6,40 persen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: