Republik Curiga: Semua Menuduh, Tak Ada yang Membuktikan
Ahmad Sihabudin - Dosen Komunikasi Lintas Budaya FISIP UNTIRTA: Bagi bangsa ini, memilih presiden hanyalah babak pembuka, dam babak sesungguhnya dimulai setelah pelantikan: mencari bahan olok-olok.-dok disway-
Pada akhirnya, polemik ini mengajarkan satu hal mendasar: bahwa kebijaksanaan dalam berbicara adalah fondasi dari masyarakat yang beradab.
Menuduh bukanlah tindakan yang salah, tetapi ia menjadi salah ketika tidak disertai bukti, ketika didorong oleh emosi, dan ketika mengabaikan prosedur.
Maka, di tengah riuhnya ruang publik, kita membutuhkan lebih dari sekadar suara.
Kita membutuhkan kejernihan. Kita membutuhkan keberanian untuk menahan diri, untuk tidak serta-merta menuduh, dan untuk menyerahkan kebenaran pada mekanisme yang sah.
BACA JUGA:Negara dan Pesantren
Sebab pada akhirnya, bukan siapa yang paling keras bersuara yang akan menang, melainkan siapa yang mampu membuktikan. Dan dalam dunia yang semakin bising ini, pembuktian adalah bentuk keheningan yang paling kuat.
By Prof Dr Ahmad Sihabudin M.Si- Guru Besar Komunikasi Lintas Budaya FISIP Untirta
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: