Mengapa Harga Pertamax Ikut Harga Keekonomian? Ini Beda BBM Subsidi dan Non-subsidi

Sabtu 13-06-2026,19:06 WIB
Mengapa Harga Pertamax Ikut Harga Keekonomian? Ini Beda BBM Subsidi dan Non-subsidi

Ketika harga minyak global mengalami kenaikan, harga BBM non-subsidi juga berpotensi mengalami penyesuaian seperti halnya Pertamax.-Dok. Pertamina-

BACA JUGA:Bahlil: Harga Pertamax Naik Ikuti Pasar, Pemerintah Bakal Siapkan Insentif Jaga Daya Beli

Ia juga menekankan bahwa penyesuaian harga tidak hanya dilakukan oleh Pertamina, tetapi juga oleh sejumlah SPBU badan usaha swasta lainnya yang menjual BBM non-subsidi.

Menurut Simon, di tengah tantangan global yang terus berkembang, Pertamina bersama pemerintah tetap berkomitmen menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. 

Ia mengajak masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak serta mendukung upaya menjaga ketahanan energi nasional.

Masih Lebih Murah Dibanding Negara Tetangga

Meski mengalami kenaikan, harga Pertamax di Indonesia masih tergolong kompetitif dibandingkan BBM dengan spesifikasi setara RON 92–95 di sejumlah negara kawasan Asia Tenggara.

Berdasarkan data per 11 Juni 2026 harga Pertamax di Indonesia berada di Rp16.250 per liter. 

Angka tersebut masih lebih rendah dibanding Filipina yang mencapai Rp22.158 per liter, Myanmar Rp25.085 per liter, Thailand Rp28.910 per liter, Laos Rp31.945 per liter, hingga Singapura yang mencapai Rp42.971 per liter. Data harga tersebut merupakan sumber dari Petrol Price, GasWatch, Global Petrol Prices. 

Perbandingan harga ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi penyesuaian harga, masyarakat Indonesia masih memperoleh BBM non-subsidi dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan sejumlah negara tetangga.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: