Mengenal Penyakit Katup Jantung: Jenis, Gejala, dan Penanganannya
Ketika katup menyempit atau tidak menutup sempurna, aliran darah dapat terhambat atau kembali ke ruang jantung sebelumnya. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras.--Magnific
Gangguan ringan dapat dipantau melalui kontrol dan ekokardiografi berkala. Obat pun dapat diberikan untuk mengurangi cairan, mengontrol tekanan darah dan irama jantung, serta mencegah bekuan darah pada kondisi tertentu.
Pasien perlu mengikuti pengobatan, mengenali perubahan gejala, menjaga kesehatan gigi dan mulut, tidak merokok, serta mengontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.
Sesak berat, nyeri dada hebat, pingsan, atau bibir kebiruan memerlukan pertolongan segera.
BACA JUGA:Sakit Jantung
“Penanganan ditentukan berdasarkan tingkat kerusakan katup, gejala, fungsi pompa jantung, dan kondisi pasien. Pada kasus berat, tindakan dapat berupa pelebaran katup dengan balon, perbaikan atau penggantian katup, bedah minimal invasif, maupun TAVI untuk pasien tertentu,” jelas dr. Vera.
Heart & Vascular Center Bethsaida Hospital Gading Serpong menghadirkan layanan jantung dan pembuluh darah secara terintegrasi, mulai dari konsultasi, pemeriksaan diagnostik, tindakan intervensi dan bedah jantung, hingga rehabilitasi setelah tindakan.
BACA JUGA:Jenis-Jenis Pengobatan Jantung, Nanik S Deyang Berobat ke Luar Negeri usai Mundur dari Kepala BGN
Pelayanan ini didukung oleh EKG, ekokardiografi, tes latih jantung, CT Scan 512 Slice, MRI 3 Tesla, kateterisasi jantung, serta fasilitas Intensive Cardiac Care Unit atau ICCU.
“Penanganan penyakit katup jantung membutuhkan ketepatan diagnosis, kolaborasi tim multidisiplin, serta kesiapan fasilitas pada setiap tahap perawatan. Melalui Heart & Vascular Center, kami berupaya menghadirkan layanan yang terintegrasi, mulai dari pemeriksaan, penentuan terapi, tindakan intervensi atau bedah, hingga rehabilitasi. Tujuannya bukan hanya menangani kelainan katup, tetapi juga membantu mempertahankan fungsi jantung dan meningkatkan kualitas hidup pasien,” tutup dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: