Mengenal Citra, Karateka Berprestasi Sekolah Rakyat yang Disebut Presiden
Mengenakan baju Bodo khas Sulawesi Selatan lengkap dengan pernak-pernik aksesori, Citra Nur Ramadhani (10) tampil berbeda dari kesehariannya-Dok.Kemensos-
Jauh sebelum mengenakan seragam Sekolah Rakyat dan berdiri di hadapan Presiden, keseharian Citra tidak jauh dari perjuangan membantu keluarga.
Citra berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
BACA JUGA:Prabowo Usulkan Peradilan Khusus BUMN, Ini Respons DPR
Ayahnya telah meninggal dunia ketika ia masih duduk di kelas 2 SD.
Sementara sang ibu, Hajrah, merupakan orang tua tunggal yang bekerja serabutan, antara lain membersihkan dan menyapu masjid serta menjadi buruh cuci harian.
Melihat kondisi sang ibu, Citra berusaha ikut membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Ia bahkan berjualan kacang secara berkeliling di sejumlah lokasi di Kota Pangkep.
“Bantu Mama,” jawab Citra ketika ditanya mengenai kegiatannya sebelum masuk Sekolah Rakyat.
Kacang yang dijualnya diperoleh dari tetangga yang memiliki usaha.
Citra kemudian menjajakannya di sekitar taman kota hingga sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
BACA JUGA:BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Pasca-Gempa M7.7 NTT, Masyarakat Dimbau Tetap Tenang dan Waspada
Dalam sehari, ia dapat memperoleh omzet sekitar Rp200 ribu.
Menurut Wali Asuh SRT 67 Pangkep, Maysaroh Abdi Gobel, keputusan Citra untuk ikut berjualan muncul dari keinginannya membantu sang ibu.
“Citra sebelum di Sekolah Rakyat itu benar-benar berjuang membantu ibunya untuk memenuhi kebutuhan di rumah, karena ibunya seorang tua tunggal. Dia bekerja sebagai tukang cuci harian dan menyapu di masjid,” ujar Maysaroh.
Citra, kata dia, bahkan berjualan tanpa sepengetahuan ibunya.
Ia berkeliling hingga malam hari karena merasa perlu membantu keluarga agar tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: