Al-Waqiah dan Manusia yang Tak Pernah Cukup

Al-Waqiah dan Manusia yang Tak Pernah Cukup

Prof Dr Ahmad Sihabudin M.Si- Guru Besar Komunikasi Lintas Budaya FISIP Untirta-Dok.Disway-

Dalam perkara tersebut, praktik penerimaan mahasiswa dikaitkan dengan pungutan atau suap dari orang tua calon mahasiswa.

Kasus ini membuat hati miris bukan semata jumlah uangnya, yang menyedihkan adalah siapa yang terlibat.

BACA JUGA:Panggung yang Terlalu Lama: Penudaisme Maximus Jilid Kedua

Mereka bukan orang yang tidak berpendidikan. Mereka adalah manusia terpelajar. Mereka memahami teori, membaca buku, mengajar mahasiswa, berbicara tentang etika, dan berada di lingkungan yang seharusnya menjadi salah satu benteng moral masyarakat.

Gelar akademik ternyata tidak otomatis membuat seseorang menjadi bijaksana. Profesor tidak otomatis berarti bersih. Jabatan tinggi tidak otomatis membuat manusia memiliki rasa malu.

Ilmu pengetahuan dapat membuat seseorang semakin cerdas, tetapi kecerdasan tanpa moral justru bisa membuat seseorang semakin pandai mencari alasan untuk membenarkan keserakahannya.

Surat ini mengingatkan manusia bahwa kehidupan dunia bukanlah akhir perjalanan. Ada hari ketika semua kedudukan, kekayaan, gelar, dan kebanggaan dunia kehilangan maknanya.

Manusia pada akhirnya berhadapan dengan pertanggungjawaban yang tidak dapat disiasati dengan jabatan, koneksi, atau kepandaian berbicara.

BACA JUGA:Di Balik Dinding

Kita boleh mengejar rezeki. Bahkan bekerja keras adalah bagian dari tanggung jawab manusia. Tetapi Al-Qur'an mengajarkan bahwa rezeki tidak boleh dikejar dengan mengorbankan kehormatan.

Sebab ada perbedaan besar antara mencari rezeki dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan rezeki.

Orang yang bekerja keras mungkin pulang dengan lelah, tetapi tidurnya tenang.

Sementara orang yang memperoleh kekayaan melalui jalan yang salah mungkin tidur di kamar yang mewah, tetapi belum tentu hatinya memperoleh ketenangan.

Ironisnya, kehidupan modern justru sering mengajarkan ukuran keberhasilan yang berbeda. Orang dianggap sukses ketika mampu menunjukkan apa yang dimilikinya.

BACA JUGA:Bohemian Rhapsody: Seni Menjadi Manusia

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: