Side Hustle Bukan Jaminan Kaya, Pekerja Wajib Tahu Cara Kelola Cuan dari Kerja Sampingan
Ilustrasi Karier-Pixabay-
Hal lain yang ditekankan Ligwina adalah kebiasaan menabung.
Menurutnya, tabungan dan investasi seharusnya tidak dilakukan dengan mengandalkan sisa uang pada akhir bulan.
Sebaliknya, masyarakat perlu langsung menyisihkan dana untuk tujuan finansial begitu menerima penghasilan.
Ligwina menggunakan patokan minimal 10 persen dari penghasilan untuk ditabung.
Sebagai contoh, seseorang dengan gaji Rp15 juta dapat langsung memisahkan Rp1,5 juta atau 10 persen dari penghasilan sebelum mengalokasikan sisanya untuk kebutuhan lain.
“Tabungannya dipisahin lagi yang memang khusus buat investasi,” ujarnya.
Dengan metode tersebut, pengeluaran untuk gaya hidup baru dilakukan setelah kebutuhan wajib, tabungan, dan investasi dialokasikan.
“Lifestyle-nya adalah sisa, bukan tabungannya yang sisa,” kata Ligwina.
Ligwina mengibaratkan pengelolaan uang seperti memisahkan air berdasarkan kegunaannya.
Menurutnya, uang untuk kebutuhan yang berbeda juga tidak seharusnya dicampur dalam satu tempat.
BACA JUGA:Irjen Teddy Minahasa Kendalikan Peredaran Narkoba, Bisnis Sampingan yang Menggiurkan
“Uang itu kayak air. Kalau kita gabungin air mandi sama air buat minum di satu ember kita nggak akan bisa pisahin,” ujarnya.
Karena itu, pemisahan rekening bukan semata-mata bertujuan memperbanyak jumlah rekening, melainkan memberikan batas yang jelas terhadap fungsi setiap uang.
Bagi orang yang belum mengetahui pola pengeluarannya dan merasa kondisi keuangannya berantakan, pencatatan pengeluaran dapat dilakukan sementara untuk menemukan pola tersebut.
Setelah pola pengeluaran diketahui, anggaran harian, mingguan, dan bulanan dapat ditetapkan dengan lebih realistis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: