Ketika Manusia Membela Tuhan
Prof Dr Ahmad Sihabudin M.Si- Guru Besar Komunikasi Lintas Budaya FISIP Untirta-dok. Disway-
Masalahnya adalah ketika manusia tidak mampu menerima kenyataan bahwa orang lain mempunyai jalan keyakinan yang berbeda.
Karena itu, tragedi Nepal semestinya tidak hanya dilihat sebagai persoalan Hindu versus Muslim.
Ia adalah persoalan manusia melawan kesombongan identitas.
Ia adalah persoalan masyarakat yang kehilangan nilai bersama.
BACA JUGA:Menutup Utang dan Kembali Bangkit (1)
Ia adalah persoalan ketika simbol agama lebih cepat menyulut emosi daripada nilai agama menumbuhkan kebijaksanaan.
Dan lebih jauh lagi, ia adalah peringatan bagi kita semua:
jangan sampai agama yang seharusnya menjadi jalan menuju Tuhan justru menjadi jalan menuju kebencian kepada sesama manusia.
Bagi Indonesia, Pancasila telah menyediakan rumah bersama.
Al-Qur'an telah memberikan prinsip:
Lakum dīnukum wa liya dīn.
Untukmu agamamu, untukku agamaku.
BACA JUGA:Berhentilah Memprovokasi Negeri
Bukan berarti kita harus hidup tanpa peduli kepada orang lain.
Justru sebaliknya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: