Fexuprazan Resmi Hadir di Indonesia, Terapi P-CAB Baru Buka Pilihan Pengobatan GERD

Sabtu 19-09-2026,12:25 WIB
Reporter: Syifa Lulu |
Fexuprazan Resmi Hadir di Indonesia, Terapi P-CAB Baru Buka Pilihan Pengobatan GERD

Fexuprazan resmi hadir di Indonesia, menawarkan pilihan terapi P-CAB baru untuk pasien GERD.-Syifa Lulu/Disway.id-

Salah satu materi yang mendapat perhatian adalah hasil *nvestigator-initiated trial (IIT) yang melibatkan 134 pasien di tiga rumah sakit besar di Jakarta.

Prof. Ji Won Kim, M.D., President Korean Gastroenterology Association sekaligus Professor, Division of Gastroenterology, Department of Internal Medicine, Seoul National University College of Medicine, SMG-SNU Boramae Medical Center, yang menjadi Co-Chair dari Korea Selatan, menyebut peluncuran fexuprazan sebagai momentum penting.

BACA JUGA:Ahli Spesialis Penyakit Dalam Prof Ari Bilang GERD Bisa Sembuh, Ini Cara Pengobatannya

"Peluncuran resmi fexuprazan di Indonesia menjadi momentum yang sangat berarti. Sebagai terapi P-CAB generasi baru, kami berharap fexuprazan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup pasien GERD di Indonesia," kata Prof. Ji Won Kim.

Dari sisi Indonesia, Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, menyoroti pentingnya data klinis yang berasal dari pasien Indonesia.

Menurut Prof. Ari, proporsi pasien GERD dengan esofagitis erosif di Indonesia cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap pilihan terapi baru menjadi bagian penting dalam pengembangan tata laksana GERD.

"Indonesia memiliki proporsi pasien GERD dengan esofagitis erosif yang cukup tinggi. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan klinis terhadap terapi generasi baru yang mampu memberikan supresi asam secara cepat dan kuat sejak awal pengobatan," ujar Prof. Ari.

BACA JUGA:44 Ribu Anak Keluarga Miskin Kini Dapat Akses Pendidikan Gratis lewat Sekolah Rakyat

Pengalaman Korea Selatan Jadi Referensi

Pengalaman penggunaan P-CAB di Korea Selatan turut menjadi pembahasan dalam simposium tersebut.

Prof. Ahn Ji Yong, Professor of Gastroenterology di Asan Medical Center dan University of Ulsan College of Medicine, menjelaskan bahwa penggunaan P-CAB di Korea Selatan berkembang secara bertahap.

Perkembangan tersebut didorong kebutuhan untuk menjawab sejumlah kebutuhan klinis yang belum sepenuhnya terpenuhi melalui penggunaan proton pump inhibitor (PPI).

Menurut Prof. Ahn, pengalaman klinis terhadap P-CAB di Korea Selatan terus bertambah seiring dengan penggunaannya dalam praktik medis.

Ia juga memaparkan hasil studi fase 3 yang melibatkan 263 pasien Korea Selatan dengan esofagitis erosif.

Dalam penelitian tersebut, fexuprazan menunjukkan tingkat penyembuhan berdasarkan pemeriksaan endoskopi sebesar 99,1 persen pada minggu ke-8.

"Di Korea Selatan, terapi P-CAB telah digunakan secara bertahap sehingga pengalaman klinis penggunaannya terus bertambah," jelas Prof. Ahn.

Fexuprazan Tambah Pilihan Terapi GERD

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: