Tak Cukup Tinggalkan Harta, Ini 5 Langkah Agar Anak Siap Jadi Ahli Waris

Selasa 06-10-2026,05:56 WIB
Tak Cukup Tinggalkan Harta, Ini 5 Langkah Agar Anak Siap Jadi Ahli Waris

Bukan hanya seberapa besar aset yang berhasil dikumpulkan, tetapi apakah anak atau generasi penerus sudah siap menerima dan mengelolanya.--Sun Life Indonesia

Percakapan mengenai warisan sebaiknya tidak berhenti pada berapa nilai rumah, tabungan, investasi, atau bisnis yang dimiliki keluarga.

Orang tua juga perlu menjelaskan fungsi dari aset tersebut. Misalnya, apakah aset disiapkan untuk pendidikan, tempat tinggal, modal usaha, kebutuhan kesehatan, atau peluang jangka panjang.

Ketika tujuan tersebut dipahami, penerima warisan akan lebih mudah melihat aset sebagai amanah dan alat untuk mencapai tujuan keluarga, bukan sekadar dana yang dapat langsung digunakan.

BACA JUGA:480 Anak Ikuti Lomba Mewarnai Pegadaian Peduli, Orang Tua Diajak Siapkan Dana Pendidikan Sejak Dini

2. Ajarkan cara mengelola sebelum menyerahkan

Kemampuan mengelola kekayaan tidak otomatis muncul ketika seseorang menerima warisan.

Karena itu, orang tua dapat mulai mengajarkan kebiasaan finansial sejak anak belum memegang kendali penuh atas aset keluarga.

Hal sederhana seperti membuat anggaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, memahami risiko investasi, hingga mengenali konsekuensi utang dan pengeluaran berlebihan dapat menjadi bekal penting.

Dengan begitu, generasi penerus memiliki ruang untuk belajar sebelum harus mengambil keputusan finansial dalam skala besar.

BACA JUGA:Sekolah Rakyat Ngawi Mulai Beroperasi, Orang Tua Siswa: Terimakasih Bapak Presiden Prabowo

3. Libatkan generasi berikutnya secara bertahap

Tidak semua detail keuangan keluarga harus disampaikan sekaligus.

Percakapan dapat dimulai dari nilai dan tujuan keluarga, kemudian berkembang pada gambaran aset, tanggung jawab, hingga pihak-pihak yang perlu dihubungi jika suatu saat diperlukan.

Pembicaraan yang dilakukan ketika kondisi keluarga masih baik juga dapat membantu mengurangi risiko kesalahpahaman.

Setiap anggota keluarga pun memiliki kesempatan untuk memahami peran dan tanggung jawabnya sejak awal.

BACA JUGA:Bangga, Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Saksikan Anaknya Tampil di Istana

4. Lindungi sumber kekayaan yang sedang dibangun

Persiapan warisan juga tidak hanya dilakukan ketika aset hendak dialihkan. Risiko yang dapat mengganggu kondisi keuangan keluarga perlu diperhitungkan sejak proses pembangunan kekayaan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait