Iklan di YouTube Diklaim Lebih Menguntungkan, Ini Data ROI Dibanding Media Sosial dan TV

Jumat 09-10-2026,16:06 WIB
Iklan di YouTube Diklaim Lebih Menguntungkan, Ini Data ROI Dibanding Media Sosial dan TV

Country Director Google Indonesia Veronica Utami mengatakan, YouTube menjangkau hampir 90 persen populasi daring di Indonesia melalui berbagai perangkat, mulai dari ponsel hingga televisi yang digunakan bersama keluarga.--YouTube

Google menyebut sekitar 40 persen dari total penayangan sebuah video YouTube diperoleh setelah satu bulan sejak konten tersebut dipublikasikan.

Karakteristik ini membuka peluang bagi kreator dan perusahaan untuk mempertahankan relevansi kampanye pemasaran dalam jangka panjang.

Konten yang telah tayang masih berpotensi ditemukan dan ditonton kembali oleh audiens, sehingga tidak hanya bergantung pada momentum publikasi awal.

BACA JUGA:Ipda Purnomo Akan Nonaktifkan Pendapatan YouTube Purnomo Belajar Baik, Ini Alasannya

Untuk mempermudah kolaborasi antara kreator dan perusahaan, YouTube juga memperkenalkan pengembangan fitur kemitraan kreator melalui YouTube Creator Partnerships.

Indonesia menjadi salah satu pasar pertama di dunia yang menguji coba fitur Open Call.

Melalui fitur ini, perusahaan dapat membagikan arahan kampanye (brief) melalui YouTube Studio dan menerima ide konten dari para kreator.

Perusahaan kemudian dapat memperluas jangkauan konten kreator melalui Creator Partnerships Boost (CPB), yang memungkinkan video organik kreator digunakan sebagai iklan berbayar dengan dukungan teknologi Google AI.

BACA JUGA:Ipda Purnomo Akan Nonaktifkan Pendapatan YouTube Purnomo Belajar Baik, Ini Alasannya

Iklan YouTube Bisa Terhubung Langsung ke Checkout

Selain mengandalkan konten kreator, YouTube juga memperkuat integrasi antara iklan dan transaksi belanja melalui Commerce Media Network (CMN).

Melalui solusi ini, audiens yang melihat iklan YouTube di perangkat seluler maupun televisi yang terhubung ke internet (Connected TV) dapat diarahkan langsung ke halaman pembayaran (checkout) di marketplace.

Di sisi lain, marketplace dan perusahaan dapat memanfaatkan data aktivitas belanja secara waktu nyata (real-time), seperti produk yang dicari atau dimasukkan ke keranjang, untuk menayangkan iklan yang lebih relevan kepada audiens.

BACA JUGA:Youtuber Bigmo Akan Diperiksa Senin, Polisi Dalami Dugaan Eksploitasi Anak Promosi Vape

Integrasi tersebut ditujukan untuk mempersingkat perjalanan konsumen dari menemukan produk hingga melakukan pembelian.

YouTube juga memperluas ekosistem belanja melalui program YouTube Shopping Affiliate yang telah bekerja sama dengan empat mitra utama di Indonesia, yakni Shopee, Blibli, Lazada, dan Zalora.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: