5 Cara Cari Duit di Media Sosial Meski Tidak Punya Banyak Follower

Minggu 06-09-2026,01:01 WIB
5 Cara Cari Duit di Media Sosial Meski Tidak Punya Banyak Follower

Jessica Gautama, Chief Marketing Officer SCGI Agency berbagi insight seputar cara cari duit di media sosial. Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat dan monetisasi konten. --istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Salah satu cara cari duit di media sosial yang belakangan digandrungi netizen Indonesia adalah membuat konten menarik, unik dan kreatif.

Konten berfungsi sebagai jantung dalam giat media sosial. Konten juga menjadi pondasi yang kuat dalam monetisasi alias cuan di media sosial. 

Meski telah diproduksi semenarik mungkin, konten tidak bisa berdiri sendiri dan langsung dapat cuan.

Harus ada kontinuitas dan ekosistem yang mendukungnya. 

Jessica Gautama, Chief Marketing Officer SCGI Agency berbagi insight seputar cara cari duit di media sosial. Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat dan monetisasi konten. 

BACA JUGA:Makin Viral Jelang 9.9! Kolaborasi Shopee x Naykilla & Tenxi Ramaikan Ribuan Video di Medsos

Cara Mencari Uang dari Media Sosial

1. Relevance, Hook dan Value

Menurut Jessica, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan di awal pembuatan konten. Tiga hal tersebut adalah; relevance, hook dan value. 

“Kita harus memahami dulu apa yang sedang dibicarakan, dirasakan atau menjadi point audiens. Setelah itu baru diterjemahkan menjadi hook yang kuat dan format yang sesuai dengan behavior di platform tersebut,” kata Jessica kepada media, belum lama ini. 

Meski harus mengikuti dan menangkap peluang, tapi jangan berhenti di tren. Konten yang kuat justru ketika creator punya sudut pandang dan karakter yang konsisten. Sehingga, audiens punya alasan untuk kembali.

BACA JUGA:Lirik Lagu Midnight Sun - Zara Larsson dan Terjemahan Bahasa Indonesia, Viral di Medsos!

2. Pilih Segmen/Audiens Potensial

Menentukan audiens tak hanya berdasarkan demografi seperti umur, gender atau lokasi.

Yang lebih penting adalah memahami behavior, interest, needs dan community mereka.

“Misalnya, sama-sama perempuan usia 25–35 tahun bisa memiliki kebutuhan dan konsumsi konten yang sangat berbeda. Ada yang mencari career inspiration, parenting, beauty, wellness, atau entertainment,” ucap jebolan Nanyang Academy of Fine Arts Singapore ini. 

Kamu bisa mulai dari siapa yang paling membutuhkan atau relate dengan value yang kita tawarkan. Pelajari juga bagaimana mereka berperilaku di platform digital seperti apa yang sudah mereka konsumsi dan kebiasaan lainnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: