Akselerasi Pembiayaan Koperasi, LPDB Siap Jalankan Innovative Credit Scoring

Senin 12-10-2026,23:52 WIB
Reporter: Nurman Amrizal |
Akselerasi Pembiayaan Koperasi, LPDB Siap Jalankan Innovative Credit Scoring

Koperasi yang menjalankan bisnis secara sehat akan menghasilkan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dapat dinikmati para anggotanya. -Istimewa -

YOGYAKARTA, DISWAY.ID-- Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi terus melakukan inovasi guna meningkatkan kualitas pelayanan serta mempercepat proses penyaluran dana pembiayaan bagi mitra koperasi di seluruh Indonesia. 

Salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan adalah penerapan teknologi innovative credit scoring untuk mentransformasi sistem pemrosesan akuisisi pembiayaan yang selama ini cenderung manual.

BACA JUGA:B50 Diklaim Bisa Setop Impor Solar, Bahlil Kini Bidik E50 untuk Bensin

Langkah ini diambil untuk memangkas birokrasi dan meminimalisasi subjektivitas dalam penilaian kelayakan pembiayaan. 

Melalui adopsi teknologi berbasis data terintegrasi, proses analisis rasio dan profil risiko koperasi yang sebelumnya memakan waktu lama kini dapat dirampungkan secara cepat dan akurat.

"Kita akan gunakan teknologi untuk melakukan credit scoring supaya bisa mempercepat proses, menghilangkan sisi subjektif kemanusiaan tujuannya supaya pelayanan lebih baik dari sebelumnya," ujar Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto saat membuka acara Media Gathering di Yogyakarta, Senin (12/10).

BACA JUGA:Bukan Cuma Elkan Baggott, Nilai Pasar Maarten Paes dan Nathan Tjoe-A-On Naik Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Implementasi teknologi pembiayaan ini menawarkan berbagai keunggulan, di antaranya mempercepat durasi evaluasi akuisisi pembiayaan dari semula manual menjadi hitungan menit, menghilangkan sistem antrean (queuing), serta menyediakan data analitis yang jauh lebih kompleks dan komprehensif bagi manajemen dalam mengambil keputusan.

Kendati demikian, LPDB menyadari adanya tantangan dalam pengembangan sistem ini.

Proses pembangunannya memerlukan kajian mendalam serta pengujian kriteria yang matang mengingat dana yang disalurkan bersumber dari APBN yang harus benar-benar dipertanggungjawabkan namun juga harus bisa lebih banyak melayani koperasi. 

BACA JUGA:Diskominfo Tangsel Gandeng GPS, Bekali Pemuda Masjid Coding dan Konten Digital

Untuk itu LPDB berkomitmen menjaga keseimbangan agar sistem credit scoring tidak terlalu kaku sehingga tidak menyebabkan tingginya angka penolakan (reject) pada pengajuan pembiayaan koperasi.

Target penyempurnaan dan penerapan penuh teknologi ini dijadwalkan dapat diimplementasikan pada tahun 2027 mendatang. 

Langkah ini diharapkan mampu memberikan pelayanan yang presisi, responsif, serta menjangkau lebih banyak koperasi secara merata.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: