Pinjol, Pedang Bermata Dua: Dari Solusi Instan ke Jerat Utang Tanpa Akhir

Senin 29-12-2025,05:30 WIB
Reporter : Tim Redaksi Disway
Editor : Subroto Dwi Nugroho

“Pakai pinjol sejak 2018 karena sangat mudah,” ujarnya.

Pinjol awalnya menjadi solusi instan ketika kondisi mendesak.

Dalam hitungan menit, dana cair.

Namun bunga dan denda perlahan menekan kondisi keuangannya.

Ketika jatuh tempo tiba, satu pinjaman tak lagi cukup.

Pinjol A ditutup dengan pinjol B, lalu berlanjut ke pinjol berikutnya.

BACA JUGA:Maraknya Kejahatan Jalanan: Mereka Datang dari Laut, Bawa Senpi Pepaya!

BACA JUGA:Pelarangan Thrifting Picu Krisis: Konsumen Tetap Ramai, Pedagang Kecil Gulung Tikar

Penagihan menjadi fase paling melelahkan.

Selain tekanan verbal, Bintang mengaku data pribadinya pernah disebarluaskan.

“Mereka kirim foto KTP saya yang diedit, bilang saya mau ditangkap polisi,” katanya.

Ia mengaku menunggak hampir dua tahun.

Hingga akhirnya, tak ada lagi pinjaman baru yang bisa menolong.

“Di situ saya menyerah,” ujarnya singkat.

BACA JUGA:Membongkar Mafia Thrifting: 2 Modus Besar Penyelundupan Lewat Jalur Tikus hingga Manipulasi Dokumen

BACA JUGA:Surga Negara Barang Thrifting di Indonesia: Antara Tren Anak Muda, Tantangan Industri dan Ketegasan Pemerintah

Kategori :