BBM Subsidi Mau Dibatasi Berdasarkan Desil, Ojol Menjerit: Kami Juga Butuh!

Senin 31-08-2026,08:47 WIB
Reporter : Tim Redaksi Disway
Editor : Subroto Dwi Nugroho

Pembangunan sistem, pengawasan, serta penerapan teknologi membutuhkan biaya. Karena itu, penghematan subsidi yang diperoleh harus sebanding dengan biaya yang dikeluarkan pemerintah.

“Pilihan mekanismenya perlu lebih bijaksana lagi,” ujarnya.

Menurut Komaidi, data yang dimilikinya menunjukkan sekitar 60-70 persen subsidi BBM dinikmati masyarakat yang berada di desil tertinggi.

BACA JUGA:Dari Episode Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dan Drama Kelanjutan Kasusnya

Kondisi tersebut antara lain berkaitan dengan pola konsumsi BBM. Pemilik mobil umumnya mengonsumsi BBM lebih banyak dibandingkan pemilik sepeda motor.

Pada saat yang sama, pemilik mobil secara umum memiliki kemampuan ekonomi yang lebih tinggi.

Semakin besar konsumsi BBM, semakin besar pula nilai subsidi yang ikut dinikmati.

Subsidi BBM Diharapkan Lebih Tepat Sasaran

Komaidi menilai masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih tinggi perlu memahami apabila pemerintah melakukan penataan subsidi.

BACA JUGA:Dari Episode Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dan Drama Kelanjutan Kasusnya

Menurutnya, manfaat subsidi yang selama ini ikut dinikmati kelompok masyarakat mampu dapat dialihkan kepada kelompok yang lebih membutuhkan.

“Untuk masyarakat saya kira juga perlu berbesar hati,” ujarnya.

Penataan subsidi, kata Komaidi, pada akhirnya merupakan bagian dari upaya redistribusi manfaat agar anggaran negara lebih banyak dirasakan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Ojol Minta Kebijakan Jangan Makin Menyulitkan

Di tengah perdebatan mengenai ketepatan sasaran subsidi, suara pengemudi ojol menunjukkan sisi lain dari kebijakan tersebut.

BACA JUGA:Tragedi Latsarmil dari Kacamata Psikologis dan Sosiologis: Trauma Peserta, Pemerintah Lupa satu Hal

Kategori :