Ekspor-Impor Indonesia Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Ekspor-Impor Indonesia Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Presiden Jokowi pada pelepasan ekspor Fortuner perdana ke Australia, di Karawang, Jawa Barat, Selasa 15 Februari 2022.-Muchlis Jr-setkab.go.id

JAKARTA, DISWAY.ID-- Kinerja ekspor dan impor Indonesia di bulan Maret 2022 berhasil menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Nilai ekspor pada Maret 2022 tercatat mencapai 26,50 miliar Dolar Amerika Serikat (AS).

Nilai sebesar itu meningkat signifikan sebesar 29,42 persen (month-to-month/mtm) atau sebesar 44,36 persn (year-on-year/yoy).

BACA JUGA:Sidang Isbat 1 Syawal 1443 H Digelar 1 Mei, 99 Lokasi Ini Titik Rukyatul Hilal

Di saat bersamaan, nilai impor pada Maret 2022 mencapai 21,97 miliar Dolar AS dengan pertumbuhan sebesar 32,02 persen (mtm) atau 30,85 persen (yoy).

Dilansir Humas Kemenko Perekonomian, dengan mengacu pada selisih antara ekspor dan impor tersebut, neraca perdagangan Indonesia pada bulan Maret 2022 kembali mengalami surplus \cukup besar yakni mencapai 4,53 miliar Dolar AS.

Surplus ini sekaligus melanjutkan tren surplus yang sudah terjadi sejak Mei 2020 lalu atau telah terjadi dalam kurun waktu selama 23 bulan berturut-turut.

BACA JUGA:Nah Ini Dia Pencairan THR dan Gaji ke-13 Oleh Pemda Sesuai SE Mendagri Terbaru

Kinerja perdagangan internasional Indonesia kembali menunjukkan performa impresif di tengah eskalasi perang Rusia-Ukraina.

"Surplus yang berkelanjutan ini akan terus mendorong kenaikan cadangan devisa, sekaligus meningkatkan kapasitas dan ketahanan sektor eksternal Indonesia,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto, dikutip dari laman resmi Kemenko Ekon, Selasa 19 April 2022.

kinerja ekspor yang terus menguat di tengah peningkatan harga berbagai komoditas andalan cukup signifikan menopang solidnya performa surplus Indonesia pada Maret 2022.

BACA JUGA:Pesawat Tempur Zionis Israel Tembakkan Misil di Gaza Selatan

Tercatat pada Maret 2022, harga batu bara meningkat 49,91 persen (mtm), nikel tumbuh 41,26 persen (mtm), dan crude palm oil (CPO) naik 16,72 persen (mtm).

“Di tengah momentum kenaikan harga komoditas, Indonesia terus memacu hilirisasi komoditas unggulan. Sehingga ekspor Indonesia tidak lagi berasal dari komoditas hulu, namun mengandalkan komoditas hilir yang memiliki nilai tambah tinggi,” ujarnya.

Langkah awal nyata dari program ini salah satunya dibuktikan dengan transformasi ekspor dari bijih nikel ke produk turunan besi dan baja (fero nikel).

Sumber: