Tolong Disimak, Menkes Berikan Pesan Penting Soal Kenaikan Kasus Covid-19 Varian Baru

Tolong Disimak, Menkes Berikan Pesan Penting Soal Kenaikan Kasus Covid-19 Varian Baru

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangannya selepas rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 18 Juli 2022. Foto: BPMI Setpres--

JAKARTA, DISWAY.ID - Kasus positif Covid-19 di Tanah Air kini mulai mengganas di Indonesia.

Menyikapi hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin angkat bicara terkait kenaikan kasus positif Covid-19.

Menurut Menkes, kenaikan kasus tersebut disebabkan lantaran munculnya subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5.

"Kasus Covid-19 memang sedang ada peningkatan dengan adanya varian baru,” tutur Menkes, di Yogyakarta, Kamis 21 Juli 2022.

BACA JUGA:Temuan Mayat di Kali Cikeas Jatisampurna, Pembunuhnya Sempat Berhubungan Badan Lalu Cekik Hingga Tewas

Kendati begitu, Menkes meminta masyarakat tidak perlu khawatir. Hal tersebut disebabkan dari beberapa negara yang terkena kenaikan kasus ini puncak penularannya hanya mencapai 30 persen dari masa puncak varian Omicron.

Budi Gunadi mengungkapkan di Tanah Air ketika puncak Omicron penambahan kasus mencapai 60 ribu kasus dalam keseharian.

Sehingga saat subvarian BA.4 dan BA.5 ini mencapai puncaknya, Budi Gunadi memprediksi bakal ada 18 ribu sampai 20 ribu kasus per hari.

BACA JUGA:5 Pelaku Penjual Air Merek Aqua Palsu Ditangkap

"Kondisi kenaikan varian baru di Indonesia itu kan sekarang di angka lima ribuan per hari. Ternyata tidak pesat seperti di negara lain," jelasnya, dilansir dari PMJ NEWS.

Masih dari Menkes, rendahnya penambahan kasus positif karena subvarian baru ini disebabkan imunitas masyarakat sudah lebih kuat karena pemerataan vaksin booster di Indonesia. 

Perlu diketahui, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia per Kamis, 21 Juli 2022 bertambah sebanyak 5.410.

BACA JUGA:Kapan One Piece Red Tayang di Indonesia? Simak Jadwal dan Sinopsisnya Sebelum Nonton

Data itu didapat berdasarkan dari hasil tracing pemeriksaan sebanyak 122.986 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

Sumber: