Korps Mahasiswa PP GPII Respon Pencabutan Subsidi BBM

Korps Mahasiswa PP GPII Respon Pencabutan Subsidi BBM

Korpma PP Gerakan Pemuda Islam Indonesia.-Ist-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Korps Mahasiswa Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (KORPMA PP GPII) turut merespon kebijakan pencabutan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pihaknya mengapresiasi kebijakan pemerintah yang mencabut subsidi BBM jenis pertalite dan solar tersebut.

Ketua Umum KORPMA PP GPII, M Husni Hasan meyakini perncabutan subsidi BBM ini bagian dari ikhtiar pemerintah sebagai pemulihan ekonomi pasca pandemi.

BACA JUGA:Baru Terungkap di Duren Tiga, Ada Sosok Brigadir R, Saksi Penting Sambo Gunakan Glock 26?

Husni, sapaan akrabnya, juga berargumen langkah tidak populis tersebut diambil karena saat ini penerimaan APBN sedang baik namun terbebani oleh subsidi BBM. 

"Per Juli 2022 penerimaan APBN mencapai 1.551 triliun. Tetapi kita hanya mendapat surplus sebesar 0,57 persen atau 106,1 triliun rupiah disebabkan beban subsidi pertalite dan solar," ungkap Husni di Sekretariat PP GPII, Jl Menteng Raya No. 58, Jakarta.

Disebutkan Husni, kondisi ekonomi yang sulit tidak hanya dirasakan oleh Indonesia tetapi juga negara-negara lain, termasuk Uni Eropa.

Menurutnya, ini disebabkan dua hal yaitu pemulihan ekonomi yang belum pulih karena pandemi Covid 19 dan dampak perang Rusia-Ukraina. 

BACA JUGA:Maksud Pakaian Putri Candrawathi Serba Putih dan Adegan Tiduran di Ranjang

BACA JUGA:Komjen Ahmad Dofiri yang Pimpin Sidang Sambo Bukan Orang Sembarangan, Berikut Profil dan Riwayat Jabatannya

BACA JUGA:Jleb! Brigjen Krishna Murti Malah Posting Pakai Kacamata Hitam dan Dipandu Tongkat Saat Sambo Berbaju Oranye

"Saat ini pemerintah dihadapkan pada pilihan sulit karena recovery Covid 19 dan terdapak perang Rusia-Ukraina yang berefek ke sektor pangan dunia dan energi," terang Husni. 

Husni juga menjelaskan akibat dampak yang ditimbulkan perang Rusia Ukraina menyebabkan suply chain pasokan energi dunia mengalami tekanan yang signifikan.

Selanjutnya, APBN TA 2022 mengalami perubahan dari asumsi awal Indonesian Crued Price/ICP sebesar 63 USD per barel menjadi 100 USD per barel pada pembahasan rapat kerja Badan Anggaran DPR RI dengan Pemerintah pada 19 Mei 2022 lalu. 

Sumber: