Dinkes DKI Nyatakan Tidak Ada Penambahan Kasus Gagal Ginjal Akut Anak Sejak Oktober 2022

Dinkes DKI Nyatakan Tidak Ada Penambahan Kasus Gagal Ginjal Akut Anak Sejak Oktober 2022

Widyastuti, pendistribusian obat gagal ginjal akut tunggu arahan dari Kemenkes yang diimpor dari beberapa negara. -Intan Afrida Rafni-

JAKARTA, DISWAY. ID - Kepala Dinas Kesehatan, Widyastuti menyatakan tidak ada penambahan kasus gagal ginjal akut pada anak di DKI Jakarta.

"Sejak akhir Oktober atau awal November tidak ada penambahan kasus baru untuk di DKI Jakarta,” ujar Widyastuti kepada media di Monas, Rabu 23 November 2022.

Meski begitu, kata Widyastuti, masih ada beberapa anak yang mengalami gangguan ginjal akut menjalankan perawatan di rumah sakit.

BACA JUGA:2 Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Gagal Ginjal Akut, Modusnya Diungkap Irjen Dedi Prasetyo

Ia menjelaskan anak-anak yang menjalani perawatan gangguan ginjal akut tidak hanya warga DKI, tetapi juga warga yang di luar DKI.

"Kami yang terpantau di fasilitas layanan kesehatan yang ada di DKI, kan yang dirawat bukan hanya dari warga dki ada juga warga dari luar DKI,” jelasnya.

Widyastuti pun memastikan, anak-anak yang masih dalam perawatan masih dalam kondisi aman mengingat belum lama ini DKI Jakarta mendapatkan antidotum untuk mengobati penyakit tersebut.

"Temen-temen kami di fasilitas kesehatan masih terus melakukan perawatan dan kita pastikan aman dan terkendali. Masih ada yang di rawat,” imbuhnya.


Obat Antidotum untuk pasien Gagal Ginjal Akut akan diberi secara gratis. -Ilustrasi-Pixabay

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) menyatakan bahwa kasus gangguan ginjal akut pada anak (GGAPA) mengalami penurunan.

BACA JUGA:Hakim Ingatkan Saksi Danu Terbuka: Cerita Saja Jangan Takut, Semua Sudah di Dalam Sel

Hal itu disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril melalui konferensi pers terkait Perkembangan kasus GGAPA di Indonesia secara virtual, Rabu, 16 November 2022.

Syahril mengatakan bahwa saat ini tidak ada penambahan kasus maupun angka kematian terkait masalah GGAPA di Indonesia.

Diketahui, pihak Kemenkes RI telah melakukan berbagai macam upaya untuk menangani permasalahan GGAPA ini.

Sumber: