Isi Komunikasi Telepon Genggam Jenazah Kalideres Terungkap, Korban Disebut Berpendidikan Tapi

Isi Komunikasi Telepon Genggam Jenazah Kalideres Terungkap, Korban Disebut Berpendidikan Tapi

Direskrimum Polda Metro jaya, Kombes Hengki Haryadi. -M. Ichsan-

JAKARTA, DISWAY.ID - Polisi sebut komunikasi dalam dua telepon genggam yang ditemukan di rumah empat jenazah Kalideres, Jakarta Barat gunakan bahasa berpendidikan dan bahasa Inggris.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan ditemukan komunikasi tersebut bersifat emosi.

"Tapi yang jelas bagaimana yang kami sampaikan kemarin ini kata-katanya sangat terlihat bahwa ini berpendidikan dari bahasa Inggris sifatnya emosi," katanya kepada awak media, Kamis 24 November 2022.

Dijelaskannya, komunikasi tersebut berlangsung secara intensif. Pihaknya pun kini mendalami latar belakang hal tersebut.

"Tetapi ada komunikasi yang intensif HP ini HP ini intens dan satu arah tidak dibalas ya satu arah dan isinya adalah emosi secara psikologis juga akan dipilih kira-kira apa latar belakang daripada korban-korban jenazah yang ada di TKP," ucapnya.

BACA JUGA:Seharusnya Permohonan Pengujian Pasal 169 UU Pemilu Diajukan Partai Gerindra Bukan Oleh Sekber Prabowo

Sebelumnya, Pihak kepolisian menyebut terus dalami motif meninggalnya empat jenazah dalam satu rumah di Kalideres, Jakarta Barat.

Pihak kepolisian menyebut terus mendalami motif meninggalnya empat jenazah tersebut.

"Masih dalam penelitian. Ini kan ada dua penyebab kematian dan motif. Motif sedang didalami sama-sama bersama psikologi forensik," katanya kepada awak media, Rabu 23 November 2022.

Diungkapkannya, saat ini keempat jenazah masih dalam proses autopsi. "Sekarang sedang diautopsi psikologi secara komprehensif," ungkapnya.

Diketahui, Hasil digital forensik yang dilakukan Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya menemukan dua telepon genggam yang hanya terjadi komunikasi satu arah.

Satu telepon genggam tersebut digunakan untuk dua orang.

"Hasil digital forensik ini kami temukan bahwa di dalam rumah itu hanya ada dua Hp dan ini digunakan oleh keempat korban, katanya kepada awak media saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin 21 November 2022.

"Satu HP digunakan oleh masing-masing dua orang dan kami lihat di sini ternyata ada aplikasi PeduliLindungi atas nama masing-masing dua orang. Kemudian kami temukan komunikasi satu arah dari satu HP ke HP yg lain," tambahnya.

Sumber: