Balon Putih

Balon Putih

--

ITU BINTANG!

Bukan.

Bulan!

Bukan.

Benda itu berkilau, pun di siang hari. Pasti bukan bintang atau bulan.

Dan lagi, tidak mungkin bulan bintang masih beredar di tahun politik ini. Ia sudah tidak bisa ikut Pemilu.

Tapi benda seperti bintang-bulan itu terlihat jelas bukan di Indonesia. Ia ada di daerah Billings, negara bagian Montana, Amerika Serikat.

Akhirnya diketahui: benda itu pasti balon udara. Besar sekali. Berukuran sekitar 3 sampai 5 bus besar jadi satu.

Yang bikin terkejut orang di sana adalah pemiliknya: Tiongkok!

"Pasti balon mata-mata!" tulis semua media di AS. Bahaya!

Balon itu ada berapa?

"Ada dua".

Apa warnanya?

"Putih semua".

Dor!

"Tembak balon itu!," pinta Donald Trump, calon presiden AS tahun 2024.

"Jangan ditembak," perintah Presiden Joe Biden.

Heboh. Ketegangan baru pun muncul menambah ketegangan lama antara Amerika dan Tiongkok. Padahal Senin depan Menlu AS Anthony Blinken dijadwalkan mendarat di Beijing. Itulah kunjungan pejabat tinggi pertama AS ke Tiongkok. Agar ketegangan dua negara bisa sedikit reda.

"Batalkan kunjungan Blinken!" ujar banyak anggota DPR dari Partai Republik.

Mendadak, kunjungan itu batal.

Biden, khususnya Partai Demokrat, lagi diincar habis oleh Republik. Tit-for-tat. Republik kini menguasai kursi DPR, meski tipis-tipis saja. Saatnya balas dendam.

Tit-for-tat pun dilakukan. Anggota DPR pertama berjilbab, Ilhan Omar, didepak dari komisi luar negeri DPR. Ilhan dianggap anti Israel. Ada jejak digitalnyi. Ilhan, dari dapil Minnesota, sudah minta maaf atas ucapannyi itu. Tapi dia memang sudah lama jadi sasaran tembakan Republik. Trump terang-terangan minta orang seperti Ilhan harus ''pulang kampung''. Ia lebih baik membangun negara asalnyi yang miskin di Somalia.

Ketika masih berkuasa di DPR, Demokrat memang berhasil mengucilkan seorang anggota DPR  dari Republik yang dianggap rasialis dan ekstrem kanan. Anda sudah tahu namanyi: Marjorie Taylor Greene.

Ilhan dan Marjore seperti dua wanita di sayap yang berjauhan.

Banyak hal akan dilakukan Republik untuk menyerang Biden dan Demokrat. Termasuk masalah kenegaraan yang paling krusial di AS: plafon utang negara. Utang itu harus dinaikkan kalau Amerika masih mau hidup. Soal ini akan jadi medan tempur kedua partai.

Tak mustahil Republik juga akan melengserkan Biden di tengah jalan. Juga tit-for-tat: Trump pernah dilengserkan dari jabatan presiden oleh Demokrat pun setelah masa jabatannya selesai.

Maka kasus balon ini bisa ibarat bensin baru yang tersiram di atas bara menyala.

Tiongkok akhirnya mengakui: balon itu miliknya.

Bagaimana bisa menyeberangi Lautan Pasifik nyasar sampai ke atas Montana?

“Itu tidak disengaja. Force Majeure . Terbawa angin," ujar kementerian luar negeri Tiongkok.

Tentu Amerika tidak percaya begitu saja. Ini akan jadi urusan besar dan panjang. Apalagi di tahun politik di sana.

Kenapa tidak ditembak jatuh saja?

Biden sudah minta pendapat kementerian pertahanan. Tiga pertanyaan diajukan:

Apakah membahayakan penerbangan sipil?

Jawabnya: tidak.

Apakah membahayakan penduduk Montana?

Jawabnya: tidak.

Apakah membahayakan keamanan dan kedaulatan negara?

Jawabnya: tidak.

Maka tidak perlu dijatuhkan.

Justru kalau ditembak jatuh bisa  membahayakan penduduk: pecahan-pecahannya itu. Banyak benda padat di balon itu: panel tenaga surya, kamera, komputer dan alat penelitian lainnya.

Toh ketinggian balon itu di atas jalur penerbangan sipil yang paling tinggi: di atas 60.000 kaki. Pesawat Boeing 737 biasa terbang di 30.000 kaki. Boeing 747 sekitar 40.000 kaki. Saya ingat dulu, ketika naik Concorde, terbang di ketinggian 60.000 kaki. Tidak ada pesawat penumpang terbang lebih tinggi dari Concorde.

Balon raksasa itu kelihatannya memang sudah distel untuk aman bagi siapa saja. Kenapa bisa distel begitu tinggi tapi tidak bisa distel anti tiupan angin?

Itulah juga pertanyaan kecurigaan di Amerika. Kalau pertanyaan kita di sini sederhana: kenapa tidak membawa tolak angin.

Tiongkok sudah berusaha menjelaskan sebisa-bisanya: itu bukan balon militer. Itu balon sipil. Itu bagian dari penelitian cuaca. Terkait dengan perubahan iklim.

Tiongkok memang sangat agresif dalam penelitian cuaca.

Rekayasa cuaca adalah bagian sangat penting di sana. Di masa lalu negara itu sering kalah oleh banjir bandang. Rekayasa di darat sudah dilakukan. Dengan mahal: membangun begitu banyak bendungan. Termasuk bendungan Lembah Tiga Ngarai yang membebaskan Wuhan dari gagal panen secara masif. Sambil menghasilkan listrik sampai 28.000 MW.

Sungai Huanghe adalah ''buku sejarah'' bencana cuaca di sana.

Kini rekayasa dari udara jadi fokus berikutnya. Kalau pun Tiongkok berhasil menemukan cara itu, dunia bisa meng-copy-nya. Kalau Tiongkok tidak merahasiakannya. Atau, jangan-jangan rekayasa di Tiongkok itu  justru membuat bagian lain dunia kian menderita bencana.

Tentu ilmu cuaca tidak mirip pawang hujan: yang hanya bisa memindahkan hujan ke desa tetangga.

Di ketinggian balon seperti itu, apakah Amerika bisa menghentikannya, lalu menurunkannya? Tanpa menembaknya?

Kalau saja balon itu terlihat di atas Alaska, mungkin tidak akan seheboh ini. Tapi ini di Montana. Orang yang punya teleskop sederhana bisa memonitornya. Medsos di sana dipenuhi oleh pembicaraan soal balon ini. Dengan segala bumbu dan kuahnya.

Montana adalah negara bagian yang indah. Berbukit-bukit. Penduduknya sedikit. Berkali-kali saya berkendara di Montana. Termasuk di kota Billings. Meski jauh kini saya bisa ikut merasakan sensasi ''pertunjukan'' balon putih itu.

Dan yang membuat balon tersebut  sensitif adalah ini: di Montanalah terdapat gua rahasia: tempat peluncuran senjata balistik antar benua: Minuteman III. Tentu balon tersebut disangka mencari data soal persenjataan di bawah tanah itu. Rusia dan Tiongkok bisa dihancurkan dari Montana.

Maka fokus perhatian AS ditujukan ke balon di atas Montana. Bukan balon satunya yang melayang-layang di atas Amerika Latin. Tidak ada senjata berkepala nuklir antarbenua di sana.

Sampai tadi malam balon itu masih ada dua. Belum ada yang meletus salah satunya.

Tidak mudah mengendalikan kemarahan rakyat Amerika atas balon Tiongkok itu. Akhirnya sebuah pesawat tempur mendekat ke balon itu: dor! (Dahlan Iskan)

Podcast Terbaru Dahlan Iskan

 

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Edisi 4 Februari 2023: Abad Fikih

Jhel_ng

2 minggu lalu ditugasi untuk membuat narasi proposal, BAB 1, tentang urgensi alih bentuk suatu PTKIN dari IAIN ke UIN. Anda sudah tahu, banyak STAIN sudah menjadi IAIN. Meskipun di masyarakat masih sering menyebutnya sebagai STAIN. Pasti sudah tahu, meskipun lama menjadi UIN, kampus di dekat Jatim Expo itu tetap disebut IAIN. . Awalnya kebingungan. Mau dibawa kemana narasi ini. Waktu hanya 2 hari. Hari pertama lewat, saya belum menemukan konsep. Hari kedua, Jum'at, jam kerja berakhir pada 16.30. Di hari kedua setelah ashar, barulah mulai mengetik dengan yakin: moderasi beragama untuk memanajemen konflik, memastikan kestabilan masyarakat, baru kemudian membangun peradaban. Kajian mengenai moderasi beragama harus berjalan. Setelah beberapa tahun, prodi baru yg terkait peradaban akan dibuka. Itu rencana kami ketika menjadi UIN. Tepat pada pukul 16.30, narasi yang kurang lebih 1 halaman A4 itu saya serahkan ke penanggung jawab. . Saat ini proposal sudah diajukan ke kementerian. Semoga sejalan dengan alam pikiran Gus Menteri, Jenderal Bintang 9 itu. Semoga kami tahun ini jadi UIN. Mengingat berdasarkan webometrics, saat ini kami adalah kampus PTKIN terbaik di Luar Jawa. Meski masih IAIN. Meskipun di pedalaman orang masih menyebut sebagai STAIN. Selamat berakhir pekan untuk semua yang merayakannya...

Fiona Handoko

ada berita dari negeri uwak sam. bahwa gubernur texas (anda sudah tahu, dari partai republik) mendistribusikan ber bus bus imigran gelap ke chicago, washington dc dan new york (kota yg dikuasai demokrat) di new york. mereka sementara ditampung di hotel - hotel deerah stasiun port authority, di mana mereka diturunkan. eh, opo tumon. setelah mess penampungan darurat jadi, sang pengungsi minta tetap di hotel. dengan alasan dipan di penampungan terlalu keras. padahal konon di penampungan sudah ada makanan gratis, kamar mandi, dan ac / heater. bung mirza bisa menambahkan informasi?

bagus aryo sutikno

NU NO, Muhammadiyah NO, Persis NO, Al Irsyad NO Komunis NO, Kapitalis NO, Nasi padang YES.

Jo Neka

Sebuah peradaban cepat atau lambat akan musnah.Yang sisa cuma kenangan.Ada yang baik ada yang buruk.Semua tergantung pelaku peradaban itu.

mz arifinuz

Oh rokok. Aku butuh kamu. Aku mencintai mu? Tapi kau mengotori paru2 ku. Kalau aku batuk, aku tak cinta kamu lagi? Kalau aku sakit tbc, aku tak cinta kamu lagi?

bagus aryo sutikno

Agama itu berdasar kitab perusuh berasal dari bahasa Jawa, AGEMAN yg artinya pakaian. Selama masih waras, orang pasti berpakaian. Itulah AGAMA. Rupadhatu dan Arupadhatu di Borobudur adalah manifestasi umumnya manusia. Manusia beragana ki pasti tidak mencuri, tidak ngangremi istri orang lain dan tidak membunuh. Agama apapun itu kurang lebih ajarannya begitu. #perusuh khilaf

yohanes hansi

Waktu Tuhan ciptakan alam semesta dan manusia, tidak ada agama. Tuhan berinteraksi dengan manusia tanpa melalui agama. Sayang manusia berdosa hingga terputus hubungan dengan Allah. Meski manusia berdosa, Allah masih mengasihi manusia. Allah selalu berusaha agar manusia bertobat dan kembali kepada-Nya. Di dokumen yang sekarang dibilang Alkitab, tidak ditulis Allah bikin agama. Hingga datangnya Yesus. Dia menyerukan pertobatan kepada Allah. Tak pernah tertulis Yesus bikin agama. Para rasul yang diutus-Nya untuk memberitakan pertobatan pun tidak pernah membuat agama. Yang diberitakan adalah kasihilah Tuhan Allahmu (bertobatlah & dekatlah dengan Dia) dan kasihilah sesamamu manusia tanpa pandang bulu. Sangat sederhana, tapi sering dibuat rumit. Seandainya ini berlaku, dunia damai.

bagus aryo sutikno

Ketela itu bisa jadi ketela rebus, ketela goreng, jadi kolak dan atau gethuk. Lha ulama karo poro kyai itu lho yg sanggup dan mampu menyajikan Islam kepada ummat sesuai kapasitas ummat. Iki omongan rodhok dhuwur, mehh kesampluk pesawat iki, mugo2 paham. #paham ya bukan saham

bagus aryo sutikno

Fiqih bersetubuh itu ya, 1, tutup pintu kamar 2, matikan lampu kamar 3, terserah anda. Moro2 pegang tangan istri, lha wong morotuwo ijik gayeng jagongan karo morotuwi lho, hambok yaa sabar. #fiqih perusuh

Saifudin Rohmaqèŕqqqààt

Di tulisan chd hari ini, tadi ada tulisan fiqih sholat, fiqih zakat dan fiqih bersetubuh atau fiqih making love. Saya penasaran tentang fiqih bersetubuh. Seingat saya, saya paling suka pas bahasan tata urutan bersetubuh. Ternyata macam macam madhab nya. Banyak perbedaan pendapat. Karena memang dikarang pada abad abad pertengahan. Waktu itu belum semudah saat ini dalam penelitiannya.contoh hasil penelitian abad pertengahan tentang urutan bersetubuh ,hasilnya, ada yg menyarankan untuk memulai dengan si suami pertama tama megang tangan istri. Tanganyg kiri. Ambil jari manisnya. Jari itu dipijat selembut mungkin. Setelah itu ciumlah keningnya dengan mesra. Turun ke mata dan pipi serta berhenti di telinga. Tiuplah telinga itu dengan lembut.Sampai tahap ini, katanya si istri sudah siap, sudah basah. Ada juga yg menyanggahnya. Urutan pertama yaitu, 3 atau 4 hari persiapan. Baik istri maupun suami. Si istri menyiapkan pakaian, tempat tidur sampai berhias cantik. Si suami olahraga atau minum jamu. Misalnya jamu jakarta bandung yg masyur itu. Pas saatnya tiba, belum apa apa saja, si istri sudah siap sudah basah. Menurutku, tehnik persiapan ini memang luar biasa. Bikin melayang layang.Semuanya itu bertujuan untuk kebahagiaan suami istri.Terutama kaum hawa. Karena kalau dia belum siap akan terasa sakit. Kalau istri bahagia, suami akan tambah bahagia. Demikian ingatan saya tentang fiqih urutan bersetubuh.Sekian. Salam bahagia

Ibnu Shonnan

Ah.. Abah ini apa kurang info atau memang buku karya Gus Yahya belum beredar di Surabaya. Gus Yahya sudah menuangkan unek-uneknya atau pikirannya dalam bukunya yang berjudul PBNU, Perjuangan Besar Nahdlatul Ulama. Di dalam buku ini, beliaunya telah menginventarisir banyak masalah, baik terkait organisasi NU sendiri ataupun agama Islam. Jadi, bagi yang ingin mengetahui sudut pandang pemikiran beliau bisa baca bukunya. Setelah itu, monggo anda para komentar CHDI untuk mengkritisinya!

Fa Za

Di Indonesia ada 'Islam Nusantara' (NU) dan 'Islam berkemajuan' (Muhammadiyah), di Malaysia ada 'Islam hadarah / Islam berkeadaban'. Semua istilah itu mempunyai maksud dan tujuan yg sama, yaitu membumikan ajaran Islam agar sesuai dengan konteks wilayah (dengan budaya dan tradisinya yang beragam) dan perkembangan iptek. Semua itu adalah ijtihad para ulama agar umat Islam tidak tertinggal oleh kemajuan zaman, dan menjadikan Islam sebagai agama yang berorientasi masa depan (tajdid) tanpa menghilangkan khazanah keilmuan dari masa lalu (turats).

imau compo

Perkiraan daftar isi Fikih Peradaban NU 1. Kitab Kuning sebagai Panduan Umum Fikih NU (oleh: Panitia Harlah NU ke-100) 2. Haji Bisa Dilaksanakan Sepanjang Tahun (oleh: Masdar F. Masudi) 3. Islam Nusantara (oleh: SAS) 4. Israil Bukan Musuh tapi Mitra yang Berbeda Pendapat (oleh: Yahya Staqub) 5. Aplikasi Hadis Cinta Negara Setengah dari Iman Melalui Moderasi Beragama (oleh: Yaqut Cholil Qaumas) 6. Takdir dan Jiwasraya, Mari KIta Mulai dari Nol (oleh: Erick Thohir) 7. MUI itu Makhluk Apa ? (oleh: Mustofa Bisri) 8. Gus Dur adalah Waliyullah (oleh: Yahya Staqub) 9. Menikahlah Sesama Muslim, kalau Terpaksa dari Muhammadiyah Dibolehkan (Oleh: Tim Muda NU) 10. Tangis dalam Puisi Toleransi (oleh: Yenni Wahid).

Johannes Kitono

Ultah 100 tahun NU di kota udang Sidoarjo mengingatkan seorang teman baik yang lahir disana. Namanya Sie Lin, MBA angkatan pertama dari Yayasan Prasetia Mulia.Satu angkatan dengan seorang mantu dari Konglo Ciputra. Sie Lin perempuan energitik sesuai dengan nama perusahaan Dinamic yang dibentuknya.Tentu sesudah resign dari PT Santos Jaya Abadi produsen kopi Kapal Api.Kabar terakhir ybs berusaha di bisnis Katering. Nah siapa tahu ikut jadi supplier juga saat Ultah NU di kampung halamannya. Habib Syech adalah bintang yang ditunggu tunggu para Syehmania. Kalau sebelum pandemi Habib Syech keliling Indonesia ketemu fansnya. Now, dengan digitalisasi Habib Syech bisa ketemu dan bertatap muka dengan fannya bukan hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia. Yaitu dengan Radio Mixer atau You tube yang sudah bertahun tahun dilakukan Guru Merta Ada dari Bali Usada, Meditasi Kesehatan.Soal peralatan dan perlengkapannya pasti tidak masalah. Bukankah ada Eric *Banser* Tohir, Ketua panitia yang konon rupiahnya tidak berseri. Selamat Ultah 100 tahun bagi umat NU dan Selamat datang kedunia digital kepada Habib Syech dan para Syechmanianya. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

Liam Then

Apakah pernah dipikirkan? Atau di analisa. Dari dulu kalau ada yang berniat menggunakan NU sebagai kendaraan politik, pasti gagal dalam ekspedisi politiknya. Hanya Gusdur yang bisa jadi presiden karena NU, tapi perlu diingat , itupun Gusdur tak ada unjuk aksi aktif untuk jadi penguasa. Malah Gusdur yang disorong naik , sungguh istimewa melihat sesuatu yang "istimewa" bekerja. Waktu itu Pak Amien Rais keliahatan ambisius, malah mengajujan Gusdur sebagai calon presiden. Coba dipikirkan , istimewa bukan? Saya analisa tujuan Gusdur membentuk PKB, bukan menjadikan NU sebagai alat atau kendaraan politik. Tetapi sebagai alat agar Nahdliyin sadar politik. Dengan sadar politik, Nahdliyin didorong menjadi aktif , turut serta sumbang pikir, unjuk aksi ,dalam perjuangan menuju Indonesia Raya. Jika 60jt Nahdliyin kompak sadar politik, sadar tujuan berbangsa dan bernegara, serta taat dalam beragama, "that's a force to be reckoned with" . Begitu kata orang rambut kuning. Jadi pendapat pribadi saya ,benarlah sudah aksi-aksi gencar oleh KH Imam Jazuli. Beliau secara sadar mengambil tongkat estafet yang letakkan oleh Gusdur. Mendorong agar kaum Nahdliyin sadar politik.

Er Gham

Fiqih peradaban yang mendesak di negeri wakanda adalah masifnya pelaku korupsi. Beragama tetapi tetap korupsi. Korupsi dianggap lumrah. Dianggap wajar. Di negeri wakanda ya, bukan di sini.

Richolas Tjhai

Konon kata temannya teman yg sudah buka franchise yg ke-2, biaya franchise + sewa ruko di dki ini 700jt++, BEP sekitar 7bulan. Sisanya metik cuan...

Juve Zhang

Sedikit menyimpang Amerika punya KFC dan McD, Tiongkok tak mau kalah mereka mengekspor waralaba yg sukses di Indonesia yaitu MIXUE, kalau kota anda belum ada Mixue dan mau coba buka silakan, daftar konon pertama datang di Cihampelas Walk Bandung dan waralaba masih murah seratus jutaan , yg ambil outlet pertama sudah pada balik modal , cepat balik modalnya konon begitu gak sampai setahun sudah balik modal, usaha dahsyat BEP dibawah 1 tahun, saking ramai nya harga waralaba mulai naik konon sudah ARA mencapai 380 juta.sekarang. wkwkwkwk.

Sumber:

Komentar: 261

  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Sea Lead
    Sea Lead
  • Budi Utomo
    Budi Utomo
    • Leong putu
      Leong putu
    • Sea Lead
      Sea Lead
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
  • Richolas Tjhai
    Richolas Tjhai
    • Sea Lead
      Sea Lead
  • Leong putu
    Leong putu
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
    • Leong putu
      Leong putu
    • Sea Lead
      Sea Lead
  • Otong Sutisna
    Otong Sutisna
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
    • Leong putu
      Leong putu
    • Sea Lead
      Sea Lead
  • Otong Sutisna
    Otong Sutisna
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Parikesit
      Parikesit
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
  • Parikesit
    Parikesit
  • Parikesit
    Parikesit
    • Leong putu
      Leong putu
    • Parikesit
      Parikesit
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
    • Parikesit
      Parikesit
    • Leong putu
      Leong putu
    • Parikesit
      Parikesit
  • Er Gham
    Er Gham
    • Leong putu
      Leong putu
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
    • Leong putu
      Leong putu
  • Leong putu
    Leong putu
  • Leong putu
    Leong putu
    • Parikesit
      Parikesit
  • Liam Then
    Liam Then
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
  • imau compo
    imau compo
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • imau compo
      imau compo
    • Mahmud Al Mustasyar
      Mahmud Al Mustasyar
    • Liam Then
      Liam Then
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
  • Denny Herbert
    Denny Herbert
    • Parikesit
      Parikesit
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
  • Leong putu
    Leong putu
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
    • Leong putu
      Leong putu
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
  • yohanes hansi
    yohanes hansi
    • Chei Samen
      Chei Samen
  • Yellow Bean
    Yellow Bean
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Yellow Bean
    Yellow Bean
  • Liam Then
    Liam Then
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Liam Then
      Liam Then
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • AnalisAsalAsalan
      AnalisAsalAsalan
    • Liam Then
      Liam Then
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Liam Then
      Liam Then
  • Parikesit
    Parikesit
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Parikesit
      Parikesit
  • Liam Then
    Liam Then
    • Chei Samen
      Chei Samen
    • Liam Then
      Liam Then
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Chei Samen
      Chei Samen
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
  • Liam Then
    Liam Then
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Liam Then
      Liam Then
  • Pryadi Satriana
    Pryadi Satriana
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
  • Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
    Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
  • bagus aryo sutikno
    bagus aryo sutikno
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Everyday Mandarin
    Everyday Mandarin
    • Everyday Mandarin
      Everyday Mandarin
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
  • Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
    Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Liam Then
      Liam Then
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
  • Everyday Mandarin
    Everyday Mandarin
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Liam Then
      Liam Then
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Everyday Mandarin
    Everyday Mandarin
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Everyday Mandarin
      Everyday Mandarin
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Chei Samen
      Chei Samen
  • Ahmad Zuhri
    Ahmad Zuhri
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Ahmad Zuhri
      Ahmad Zuhri
  • thamrindahlan
    thamrindahlan
  • Yellow Bean
    Yellow Bean
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
  • Fa Za
    Fa Za
  • Fiona Handoko
    Fiona Handoko
  • Atho'illah
    Atho'illah
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Fiona Handoko
      Fiona Handoko
    • Atho'illah
      Atho'illah
    • Atho'illah
      Atho'illah
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Atho'illah
      Atho'illah
  • Giyanto Cecep
    Giyanto Cecep
  • doni wj
    doni wj
    • Leong putu
      Leong putu
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Atho'illah
      Atho'illah
    • Atho'illah
      Atho'illah
  • Leong putu
    Leong putu
    • doni wj
      doni wj
    • Leong putu
      Leong putu
    • Richolas Tjhai
      Richolas Tjhai
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Atho'illah
      Atho'illah
  • Tomat
    Tomat
  • doni wj
    doni wj
  • Fiona Handoko
    Fiona Handoko
    • Gianto Kwee
      Gianto Kwee
    • Fiona Handoko
      Fiona Handoko
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Chei Samen
      Chei Samen
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
  • bagus aryo sutikno
    bagus aryo sutikno
  • Handoko Luwanto
    Handoko Luwanto
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
  • Er Gham
    Er Gham
  • Handoko Luwanto
    Handoko Luwanto
  • Yellow Bean
    Yellow Bean
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
  • AnalisAsalAsalan
    AnalisAsalAsalan
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Atho'illah
      Atho'illah
    • AnalisAsalAsalan
      AnalisAsalAsalan
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Lukman bin Saleh
      Lukman bin Saleh
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Atho'illah
      Atho'illah
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
    • Legeg Sunda
      Legeg Sunda
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
  • Kang Sabarikhlas
    Kang Sabarikhlas
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
    • KEY
      KEY
  • Amat K.
    Amat K.
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Ummi Hilal
    Ummi Hilal
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
    • Amat K.
      Amat K.
    • Mahmud Al Mustasyar
      Mahmud Al Mustasyar
    • Er Gham
      Er Gham
  • bagus aryo sutikno
    bagus aryo sutikno
    • Amat K.
      Amat K.
  • Pak Agus
    Pak Agus
    • Amat K.
      Amat K.
  • Elika askia
    Elika askia
  • Multi Suk
    Multi Suk
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
  • Leong putu
    Leong putu
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
  • Lukman bin Saleh
    Lukman bin Saleh
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
  • Leong putu
    Leong putu
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Amat K.
      Amat K.
  • Mirza Mirwan
    Mirza Mirwan
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Lukman bin Saleh
      Lukman bin Saleh
    • Multi Suk
      Multi Suk
    • Mahmud Al Mustasyar
      Mahmud Al Mustasyar
  • Leong putu
    Leong putu
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Ummi Hilal
      Ummi Hilal
    • Amat K.
      Amat K.
  • Legeg Sunda
    Legeg Sunda
  • Jhel_ng
    Jhel_ng
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • alasroban
    alasroban
    • alasroban
      alasroban
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
  • Budi Utomo
    Budi Utomo
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Liam Then
      Liam Then
  • Parikesit
    Parikesit
    • Leong putu
      Leong putu
  • rid kc
    rid kc
  • mz arifinuz
    mz arifinuz
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman