Istana Komentari Pemberhentian Tenaga Kerja: Kontrak Selesai Jangan Dibilang PHK Karena Efisiensi
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi membantah munculnya gelombang PHK karena adanya kebijakan efisiensi anggaran.-anisha aprilia-
JAKARTA, DISWAY.ID - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi membantah munculnya gelombang PHK karena adanya kebijakan efisiensi anggaran.
Dia menjelaskan karyawan kontrak yang tidak diperpanjang kontraknya bukan karena efisiensi, tetapi karena proyek yang melibatkan mereka telah selesai.
"Kalau orang selesai kontraknya, jangan bilang itu PHK karena efisiensi. Kalau orang selesai proyeknya dan kemudian tidak dilanjutkan karena memang sudah selesai. Tanpa ada kebijakan efisiensi pun orang bisa selesai kontraknya," kata Hasan Nasbi dalam keterangannya, Jumat, 14 Februari 2025.
BACA JUGA:Jadwal Layanan SIM Keliling Jakarta Hari Ini 14 Februari 2025, Cek Jam Buka!
BACA JUGA:Intip Jejeran Line Up Lengkap KIA di IIMS 2025
Ia juga memastikan tak ada PHK imbas adanya efisiensi anggaran.
"Kalau PHK karena efisiensi, dijamin itu tidak ada," sambungnya.
Lebih jauh, dia mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat detail memperhatikan hingga hal-hal terkecil dalam memutuskan suatu kebijakan, termasuk kebijakan yang mendasari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja APBN dan APBD 2025.
BACA JUGA:Tren Desain Interior dan Properti di Iklim Tropis, Tahan Cuaca Ekstrem
BACA JUGA:Cuan Nih Bos! Saldo DANA Gratis Rp700.000 Masuk ke E-Wallet Lewat Kuis
"Istilahnya itu God is in the details, dari memperhatikan hal-hal kecil, dapat dihasilkan sesuatu yang besar. Presiden memeriksa secara detail satuan-satuan belanja dalam APBN, bahkan sambil bercanda bilang beliau memeriksanya sampai satuan sembilan. Jadi sangat detail dan kemudian ditemukan lemak-lemak belanja dalam APBN kita," tegas dia.
Hasan menjelaskan penyisiran yang dilakukan Prabowo belakangan ini mendapati cukup banyak belanja barang dan modal yang tidak substansial.
Di antaranya seperti pembelian alat tulis kantor, kegiatan seremonial, kajian dan analisis, perjalanan dinas, dan beberapa pengeluaran lainnya.
"Clear pesan Presiden, bahwa yang diefisienkan yang tidak punya impact yang besar terhadap masyarakat," kata Hasan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: