Kekosongan Obat Pasien Transplantasi Ginjal Imbas Efisiensi? Ini Kata Kemenkes

Kekosongan Obat Pasien Transplantasi Ginjal Imbas Efisiensi? Ini Kata Kemenkes

Kekosongan Obat Pasien Transplantasi Ginjal Imbas Efisiensi? Ini Kata Kemenkes-Disway/Annisa Zahro-

BACA JUGA:Hati-Hati! Nyeri Pinggang Gejala Awal Batu Ginjal, Urinary Stone Center Beri 6 Pilihan Pengobatan

BACA JUGA:Pasien Hipertensi Enggan Minum Obat Darah Tinggi karena Takut Ginjal Rusak, Cek Faktanya

Ia pun mempertanyakan, "Apa ini karena efisiensi anggaran?"

Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan L. Rizka Andalusia menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak akan berdampak pada layanan pengobatan, terutama terhadap pasien ginjal.

"Justru kita akan memperluas, memperbanyak proses atau kegiatan transplantasi karena pembiayaannya lebih efisien dibandingkan dengan cuci darah," ungkap Rizka pada kesempatan yang sama.

Ia menjelaskan, penguatan akses dan ketersediaan obat dalam layanan kesehatan telah diatur dalam UU Kesehatan 17 Tahun 2023.

Dalam hal ini, ia menegaskan bahwa obat-obatan yang disediakan pemerintah harus didasarkan pada efektivitas dan efisiensi melalui formularium nasional.

BACA JUGA:Menkes: Nilai eGFR Fungsi Ginjal Jangan Sampai Turun agar Tak Cuci Darah

BACA JUGA:Menkes: Kalau Ginjal Sudah Cuci Darah, Sama dengan Kanker Stadium 4

"Ada pengaturan dalam formularium nasional untuk obat-obatan pada skema Jaminan Kesehatan Nasional, kemudian konsolidasi obat untuk mendapatkan harga yang seefektif dan efisien mungkin," paparnya.

Melalui platform FORNAS, pihaknya telah memasukkan daftar obat-obatan immunosupresan, di antaranya, azatioprin, basiliksimab, everolimus, mikofenolat mofetil, mikofenolat sodium, siklosporin, dan takrolimus.

Menurutnya, memang tahun lalu terjadi kelangkaan akibat lonjakan kebutuhan yang tidak sejalan dengan Rencana Kebutuhan Obat (RKO).

"Pada tahun 2024, ada lonjakan kebutuhan penggunaan tacrolimus. Terjadi lonjakan antara RKO dengan real penggunaan sebanyak 260 persen.

"Tapi sudah bisa diatasi isu kekosongan itu karena kita mempunyai beberapa jenis obat tacrolimus yang sudah mendapatkan izin edar, dari BPOMM, yaitu Prograf dan Tacsograf," ungkapnya.

BACA JUGA:Alvin Lim Sempat Bolak-Balik ke China, Berobat dan Cangkok Ginjal Sebelum Meninggal

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: