ARM Minta Kejagung Periksa Menteri BUMN dalam Kasus Korupsi Minyak Pertamina!

ARM Minta Kejagung Periksa Menteri BUMN dalam Kasus Korupsi Minyak Pertamina!

Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) mendesak Kejaksaan Agung mengusut tuntas kasus korupsi di Pertamina-Istimewa-

3. Kepada pihak pihak yang terlibat korupsi untuk dituntut hukuman berat sampai dengan hukuman mati karena telah merugikan negara dan rakyat banyak akibat membeli BBM Pertalite Ron 90 dan Pertamax Ron 92 yang spesifikasinya tidak sesuai Keputusan Dirjen Migas Kementerian ESDM.

BACA JUGA:Boy Thohir, Prajogo Pangestu dan Sejumlah Pengusaha Kembali Sambangi Istana, Ada Apa?

4. ARM bersama CERI akan menggugat class action Pertamina ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk mengganti kerugian seluruh rakyat yang tanpa sadar telah membeli BBM di bawah kualitas Ditjen Migas Kementerian ESDM berdasarkan keterangan resmi Kejagung, di mana perbuatan itu telah dilakukan oleh para tersangka sejak 2018 hingga 2023.

5. ARM setiap saat akan memantau proses penegakan hukum yang dilakukan oleh tim Pidsus Kejagung, jika terindikasi ada kekuatan pihak-pihak tertentu yang melakukan intervensi terhadap tim Pidsus Kejagung untuk melindungi pihak-pihak yang terlibat atau upaya menyesatkan arah penyidikan. Jika terjadi intervensi, maka ARM akan menurunkan puluhan ribu anggotanya untuk kembali berunjuk rasa ke Kejagung untuk meminta pertanggungjawaban Jaksa Agung, Jampidsus, dan Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung.

Tanggapan Kejagung 

Aksi penyampaian pendapat ARM lalu diterima Kejagung. Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Harli Siregar mengatakan, "Kejagung membantah telah menyatakan terjadi kerugian Pertamina Rp 1 kuadrilun akibat permainan korupsi tersebut," kata Harli. 

"Kapuspen Kejagung menyatakan terbuka setiap saat menerima masukan atau tambahan bukti bukti bila ada warga masyarakat yang memilikinya, agar bisa membuat kasus ini semakin terang dan terbuka. Kejagung juga memberikan jaminan perlindungan hukum bagi anggota masyarakat yang akan dan telah membantu Kejagung dalam mengungkap kasus hukum korupsi di Pertamina tersebut," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads