Dongkrak Industri Furniture Dalam Negeri, Kemenperin Pacu Ekspansi ke Timur Tengah
Produk furnitur yang dihasilkan pelaku industri kecil dan menengah (IKM)-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Selain memaksimalkan potensi pasar dalam negeri, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga turut berupaya untuk mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk dapat memperluas pasarnya, termasuk ke kancah internasional.
Untuk mewujudkan hal ini, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita menyatakan bahwa Kemenperin turut rutin dalam menyelenggarakan memberikan akses IKM ke pasar internasional melalui berbagai program fasilitasi pameran serta pendampingan dan business matching.
"Edukasi yang diberikan juga mencakup penyampaian peluang pasar di negara importir non-tradisional," ujar Reni kepada Disway di Jakarta, pada Selasa 6 Mei 2025.
BACA JUGA:Masyarakat Adat Temui Menteri HAM, Minta Pemerintah Serius Bahas RUU Masyarakat Adat
BACA JUGA:Menkomdigi Meutya Hafid akan Panggil Pihak World Coin Minggu Depan
Salah satu negara yang dinilai memiliki potensi besar terhadap produk Indonesia adalah kawasan Timur Tengah.
Menurut Reni, kawasan tersebut memiliki tingkat permintaan yang tinggi terhadap produk-produk furniture.
"Pangsa pasar industri furnitur nasional berpotensi untuk terus dikembangkan," ucap Reni.
Hal serupa juga turut diucapkan oleh Direktur Industri Kecil dan Menengah Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan, Bayu Fajar Nugroho.
Selain itu, Bayu juga menambahkan bahwa industri furnitur dalam negeri juga memiliki potensi yang besar seperti memiliki keunggulan sumber bahan baku yang khas dan melimpah, serta ciri dan identitas teknik desain dan produksi.
"Timur Tengah menjadi salah satu kawasan strategis yang harus digarap lebih serius,” ucap Bayu.
BACA JUGA:Prabowo: TNI Selalu Dituduh Mau Jadi Diktator
BACA JUGA:Keluarga Besar Purnawirawan TNI-Polri Nyatakan Dukungan ke Pemerintahan Prabowo
Kendati begitu, Bayu juga menambahkan bahwa saat ini masih terdapat ketergantungan dari pasar furniture terhadap yang sudah ada.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: