Akses ke Masjidilharam Ditutup Pagi Hari Besok, Jamaah Diminta Ibadah di Hotel
Jamaah haji dari berbagai negara memadati Masjidilharam saat momen salat Jumat perdana di musim haji 2025. Ulama dan tenaga medis menegaskan bahwa gangguan kesehatan yang dialami jamaah haji bukan azab dari tuhan.-Mohamad Nur Khotib/Media Center Haji 2025-
“Apalagi sudah mendekati puncak armuzna. Jadi diimbau kepada jamaah agar melaksanakan aktivitas di dalam hotel, termasuk aktivitas ibadahnya," kata Mujib.
BACA JUGA:Jamaah Haji Wajib Catat! Ini 9 Imbauan Penting Jelang Armuzna
"Agar nanti di saat puncak haji, kondisi jamaah cukup fit, tidak terganggu dengan masalah-masalah kesehatan," tambahnya.
Jika jamaah tetap memaksakan diri ke Masjidil Haram di pagi hari, mereka kemungkinan besar harus menggunakan transportasi umum lain, atau berjalan kaki yang tentu akan menguras tenaga.
BACA JUGA:Visa Haji Resmi Ditutup, Dirjen Haji Pastikan Visa 203.279 Jamaah Haji Indonesia
"Potensinya itu adalah jamaah harus menggunakan layanan di luar layanan yang kita berikan. Karena biasanya kalau jam 7 pagi itu ditutup, paling nanti menjelang asar, untuk menjelang asar itu berarti nanti dibuka. Dan itu kan waktu yang cukup lama," jelasnya.
Maka, kata Mujib, jamaah diimbau hntuk melaksanakan aktivitas ibadahnya di hotel-hotel atau tempat-tempat ibadah atau masjid yang ada di sekitar hotel.
BACA JUGA:Visa Haji Reguler 2025 Hampir Rampung 100 Persen, Kemenag Kawal Ketat Proses Batal-Ganti
“Tentu itu jauh lebih nyaman, jauh lebih safety, dan tidak akan mengganggu kesehatan dan keselamatan jamaah," lanjut Mujib.
Sementara itu, otoritas Arab Saudi juga telah mengeluarkan pengumuman resmi bahwa akses jamaah menuju Masjidilharam akan ditutup sementara pada hari Jumat.
BACA JUGA:Update! 95 Persen Jamaah Haji Indonesia di Makkah sudah Kantongi Kartu Nusuk
Penghentian akses akan dilakukan pukul 08.30 waktu setempat, sebelum pelaksanaan shalat Jumat. Kebijakan ini merupakan hasil koordinasi dengan pihak keamanan umum Arab Saudi untuk memastikan keselamatan dan ketertiban jamaah.
Dengan kondisi suhu ekstrem dan meningkatnya arus jamaah menjelang puncak haji, kebijakan ini diharapkan mampu membantu menjaga kenyamanan, keselamatan, dan kebugaran jamaah di masa-masa krusial menjelang Armuzna. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: