Jamaah Haji Indonesia Dijamin Bisa Wukuf di Arafah, Meski Aturan Arab Saudi Diperketat
Rapat dengar pendapat Tim Pengawas Haji DPR RI bersama Kementerian Agama di Alqimma Hall, Third Ring Road, Makkah, Senin, 2 Juni 2025.-Mohamad Nur Khotib/Media Center Haji 2025-
MAKKAH, DISWAY - Pemerintah optimistis puncak haji yang akan dimulai 5 Juni 2025 berjalan sukses.
Meskipun Arab Saudi memperketat aturan dengan mewajibkan kartu Nusuk sebagai akses masuk ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), seluruh jamaah haji Indonesia dijamin tetap bisa menjalankan rukun haji.
BACA JUGA:Menag Tinjau Arafah dan Mina, Pastikan Semua Fasilitas Siap Sambut Puncak Haji
“Segera akan kita sampaikan kepada jamaah, jangan khawatir,” ujar Ketua Tim Pengawas Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, usai rapat bersama Kementerian Agama di Makkah, Senin, 2 Juni 2025.
Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan kartu Nusuk sebagai syarat mutlak untuk mengikuti prosesi haji di Armuzna. Tanpa kartu ini, jamaah tidak bisa melaksanakan wukuf—rukun utama ibadah haji.
BACA JUGA:Periode April Hingga Juni 2025, Imigrasi Tunda Keberangkatan 1.243 Calon Haji Ilegal
Namun, menurut Cucun, pemerintah Indonesia diberi waktu hingga pukul 20.00 WAS hari ini untuk mendistribusikan kartu Nusuk yang tersisa. Jika masih ada jamaah yang belum mendapatkannya,
“Nanti para syarikah akan bertanggung jawab untuk menyiapkan mereka tetap berangkat ke Armuzna,” tegasnya.
Rapat tersebut juga menyepakati perbaikan sistem pemondokan agar pasangan suami istri tidak terpisah, serta kesiapan tenda lansia dan pendamping.
BACA JUGA:Potensi Cuaca Ekstrem Jelang Wukuf, Menag Minta Jamaah Haji Fokus Ibadah Wajib
Timwas Haji DPR juga mendorong Kemenag menyiapkan skenario cadangan jika terjadi keadaan darurat.
“Ada plan A dan B. Yang pasti, tidak akan ada cerita jamaah haji tidak berangkat ke Armuzna,” tegas Cucun.
BACA JUGA:Visa Furoda Tak Kunjung Terbit Jelang Wukuf, Timwas Haji DPR Minta Pemerintah Lakukan Hal Ini
Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan hasil evaluasi sudah ditindaklanjuti. “Sehingga dengan demikian, saya selaku pribadi maupun Kemenag, optimistis pelaksanaan ibadah haji ini akan berhasil sesuai dengan kenyataan-kenyataan yang kami perhatikan di lapangan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: