Kebiasaan Terduga Pelaku Pelecehan di Bekasi Dibongkar DP3A: Sering Nonton Porno hingga Terinspirasi
Kepala DP3A Kota Bekasi, Satya Sriwijayanti, menyebut terduga pelaku pelecehan anak 'Y' terinspirasi dari film porno-Disway.id/Dimas Rafi-
BEKASI, DISWAY.ID - Seorang anak berusia 8 tahun, Y, melakukan pelecehan seksual terhadap teman sebayanya di Kecamatan Medan Satria, Bekasi Kota.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi, Satya Sriwijayanti menjelaskan bahwa dalam proses penyelidikan, tersangka sering menonton film porno.
BACA JUGA:Promo Khusus HUT 8 Wuling, DP Ringan Hingga Voucher Belanja Jutaan Rupiah
BACA JUGA:Bocah 8 tahun di Bekasi Diduga Jadi Korban Sodomi, Terduga Pelaku Masih di Bawah Umur
"Kalau saya dengar cerita dari psikolog yang menangani, kebiasaan menonton film yang memang tidak diperuntukkan anak-anak yang membuat mereka terinspirasi untuk melakukan hal serupa," jelas Sriwijayanti di Bekasi.
Sriwijayanti mengakui pelaku terobsesi untuk mempraktekan apa yang dilihat melalui telepon genggam.
Selain itu, perbuatan yang dilakukan oleh anak laki-laki yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dinilai kurangnya pengawasan dari kedua orang tuanya.
"Mohon maaf, dari sisi ekonomi memang mungkin dari menengah ke bawah, dan mungkin juga kurang bimbingan dari orang tua. Selain itu, penggunaan gadget yang di luar pengawasan orang tua, itu menyebabkan anak bisa bebas menonton," paparnya.
BACA JUGA:Setelah Viral, Polisi Turun Tangan Selidiki Dugaan Pelecehan Anak di Bekasi
Dengan adanya kejadian itu, DP3A Kota Bekasi akan melakukan pendampingan psikologi terhadap para korban hingga pelaku.
"Karena pelaku adalah anak-anak di bawah 12 tahun masih dilindungi oleh negara. Tentunya penanganan ini juga kita lakukan terhadap pelaku," ungkapnya.
Sriwijayanti menekankan bahwa pihaknya berjanji akan menggencarkan kembali edukasi seksual agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.
"Melakukan edukasi terhadap masyarakat sekitar. Kita juga lebih mengencangkan lagi mungkin sosialisasi di sekolah-sekolah. Terkait apa yang orang lain boleh pegang atas tubuh kita," pungkas Sriwijayanti.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: