Indonesia-Singapura Sepakati Ekspor Energi Bersih dan Bangun Kawasan Industri

Indonesia-Singapura Sepakati Ekspor Energi Bersih dan Bangun Kawasan Industri

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah akan melakukan ekspor energi bersih ke Singapura-Disway.id/Anisha Aprilia-

JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah akan melakukan ekspor energi bersih ke Singapura.

Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan di subsektor energi bersih.

BACA JUGA:Jay Idzes Pecahkan REKOR Transfer Udinese! Mees Hilgers Merapat ke LaLiga, Thom Haye Berlabuh di Tanah Air?

BACA JUGA:Vietnam Sahkan Regulasi Aset Digital, Targetkan Dominasi Teknologi Global

"Sesuai arahan Presiden untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan (win-win), kami telah meminta pemerintah Singapura untuk mempertimbangkan secara serius pembangunan kawasan industri yang bertujuan untuk hilirisasi berbasis energi baru terbarukan," kata Bahlil di Singapura, Senin, 16 Juni 2025.

Lebih lanjut, ia mengatakan kerja sama itu telah tertuang dalam MoU yang ditekan sejak di Jakarta pada Jumat, 14 Juni 2025. Ia menyebut hal ini telah dilalui dengan melalui negosiasi panjang.

"Apa yang kita lakukan hari ini merupakan rangkaian panjang dari komunikasi, negosiasi, antara kedua belah negara dalam rangka membangun kerja sama saling menguntungkan," jelasnya.

BACA JUGA:Jalan Tolak Macet di IKN! Proyek Rp3 Triliun Resmi Dimulai, Ini Rinciannya

BACA JUGA:Wardiman Djojonegoro Menteri Pendidikan Era Soeharto Raih Lifetime Achievement Award di Malam Tasyakuran Hardiknas 2025

Ketua Umum Partai Golkar ini menyebut, nilai investasi awal ditaksir mencapai 10 miliar dolar AS, belum termasuk nilai tambahan dari pembangunan kawasan industri.

"Kawasan industri ini akan kita bangun bersama di Karimun dan Bintan agar dekat dengan Singapura. Total investasi di luar itu saja sudah sekitar 10 miliar USD, dan yang terpenting, calon-calon investornya pun sudah ada," ungkap Bahlil.

Di samping itu, kata Bahlil, Singapura juga meminta agar Indonesia bisa menerima Carbon Capture and Storage (CCS).

BACA JUGA:Bahlil Bantah Jokowi Terlibat Pemberian Izin Tambang di Raja Ampat

Ia mengatakan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) akan diimplementasikan melalui MoU terpisah di bidang tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads