Menko Migor

Menko Migor

Pedagang antre membeli minyak goreng curah murah di Pasar Pucang, Surabaya.-Julian Romadhona-

MENKO Luhut Panjaitan lagi di Amerika. Ia tidak tahu ada heboh larangan ekspor minyak goreng. Atau tahu. Dari laporan jarak jauh. Ia pasti juga tahu ada video Presiden Jokowi. Yang melarang ekspor bahan baku minyak goreng. 

Di sana, Luhut –antara lain– bertemu Elon Musk, pemilik Tesla.

Tapi ada Menko Prekonomian Airlangga Hartanto. Airlangga lah yang mengumumkan keputusan lanjutan soal larangan ekspor itu.

"Yang dilarang adalah ekspor RBD. Bukan CPO," ujarnya di Jakarta kemarin. RBD adalah CPO yang sudah dibersihkan kotorannya, sudah dihilangkan aroma sawitnya dan sudah ditambah aroma minyak gorengnya.

"Presiden tidak pernah mengatakan melarang ekspor CPO," ujar Airlangga.

Jadi yang mulai dilarang tanggal 28 April 2022 adalah RBD. Bukan CPO.

Lanjutkan.

CPO adalah minyak hasil perahan langsung buah sawit. Warnanya masih cokelat keruh. Masih ada sisa kotoran dari proses pemerasan. Aromanya masih belum wangi.

CPO adalah bahan baku untuk membuat minyak goreng. CPO diproses lewat mesin refinery, bleaching, dan deodorizing. Jadilah olein. Olein, kalau dikemas, menjadi minyak goreng.

Olein itulah yang dilarang diekspor. Sampai harga minyak goreng dalam negeri mencapai Rp 14.000/kg.

Final.

Media di luar negeri ada yang menuliskan berita terbaru ini dengan judul ''Indonesia  mengundurkan langkah''. Tidak jadi larang ekspor CPO. 

Apakah media salah? Dari video pendek  pernyataan Presiden Jokowi, media memang menulis Indonesia melarang ekspor CPO. Itu diambil dari kata presiden ''bahan baku minyak goreng''.

Ternyata tidak rumit.

Petani sawit tidak jadi marah. 

Pun tidak harus ada Luhut Panjaitan.

Luhut hari-hari ini lagi happy. Elon Musk pasti masuk ke Indonesia. Komitmen itu akan disampaikan bulan depan. Yakni saat Elon Musk menerima kedatangan Presiden Jokowi di Amerika.

"Pertemuan kami sangat cair," ujar Luhut dari Amerika. "Setelah menerima penjelasan dari saya ia berubah pikiran. Jadi mau masuk Indonesia," ujar Luhut.

Elon Musk memang pernah mengatakan tidak jadi investasi di Indonesia. Lalu jadi isu politik. Luhut diam. Tapi tidak menyerah. Sampai bisa bertemu Elon Musk sendiri dua hari lalu. 

Bahkan, kata Luhut, Elon Musk sampai harus mengubah jadwalnya yang padat. Agar tanggal 14 Mei bisa menerima kedatangan Presiden Jokowi di SpaceX. Anda sudah tahu: SpaceX adalah perusahaan angkasa luar swasta milik Elon Musk.

Jadwal masuk Indonesia pun langsung dibuat. Tim Tesla sudah akan tiba di Indonesia seminggu sebelum kedatangan Presiden Jokowi di Amerika.

"Akan saya atur agar mereka bisa meninjau Weda Bay, Morowali, dan Bintan," ujar Luhut.

Weda Bay adalah pusat nikel di ketiak pulau Halmahera. Sudah siap produksi. Pelabuhannya pun sudah ada. Sudah lama jadi. Dibangun oleh BUMN Aneka Tambang. Lautnya dalam. Kapal besar bisa sandar.

Sedang Morowali, Anda lebih tahu dari saya: pusat industri pengolahan nikel raksasa. Yang hebohnya lebih dua tahun. Luhut di pusat kehebohan itu. Ia diam. Tapi tidak menyerah. 

Morowali adalah kisah sukses hilirisasi nikel di Sulawesi Timur. Luhut mempertaruhkan segala-galanya di situ.

Di Bintan tentu tidak ada nikel. Yang ada adalah bauksit. Bahan baku alumina. Di samping perlu nikel, baterai lithium memang perlu aluminium –yang bisa diolah dari alumina.

Tesla yang baru meresmikan dua pabrik raksasanya tentu memerlukan lebih banyak baterai lithium. Pabrik Tesla di Berlin diresmikan bulan lalu. Pabrik raksasanya di Texas, USA, diresmikan awal bulan tadi.

Kini Tesla sudah menancapkan kuku pancanakanya di tiga benua: Shanghai (Asia), Berlin (Eropa), dan Texas (Amerika). Tiga pabrik baru itu giga semua. Jauh lebih besar dari pertama yang di California. 

Di Amerika, Luhut juga bertemu beberapa menteri kabinet Joe Biden. 

Tidak hanya minyak goreng yang harus aman. KTT G20 pun harus sukses. 

Tentu kunjungan Luhut itu ada kaitan dengan G20 –yang Indonesia menjadi presidennya. KTT G20 tidak lama lagi: November 2022. Amerika harus dirayu habis: agar jangan memboikot G20 –gara-gara Presiden Putin ikut hadir di KTT Bali itu.

Jangan ada heboh G20. 

Kita sudah lelah dengan heboh harga batu bara. Lalu heboh IDI –Ikatan Dokter Indonesia. Terakhir heboh minyak goreng.

Untung Lebaran segera tiba. Besok sudah mulai banyak yang libur. Bisa diganti dengan  heboh di jalan-jalan mudik.

Lupakan batu bara. Lupakan CPO. Lupakan minyak goreng. Lupakan juga heboh IDI –meski tiba-tiba saya baca ada berita baru ini: telah dideklarasikan, organisasi baru para dokter.

Namanya: Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI). Sudah disahkan pula dengan cepat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. 

Maka dokter pun bisa ikut organisasi lainnya: tidak lagi tunggal hanya IDI. Tinggal INI yang masih kompak: Ikatan Notaris Indonesia. Jangan sampai ada ITU.

Mengapa PDSI lahir tidaklah perlu dijelaskan. Dari siapa yang diangkat jadi ketua umumnya saja sudah jelas: Brigjen TNI (Purn) dr Jajang Edi Priyanto.

Jajang adalah staf khusus menteri kesehatan –di saat dr Terawan menjadi menteri kesehatan. Dokter Jajang juga tim Vaksin Nusantara.

Maka para dokter yang ingin mendapat izin praktik kini bisa pilih: minta rekomendasi IDI atau PDSI –kalau yang baru itu sudah juga punya cabang-cabang di seluruh daerah.

Sedih.

Tapi begitulah hidup. Kadang dari kesedihan bisa membuat hidup lebih hidup. Di balik kesedihan, ada kegembiraan. Dan yang paling gembira hari kemarin adalah: mereka yang jadi tersangka ekspor CPO.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Nasib BLT

Budi Utomo
Mister Xi saya bukan Johan. Apakah Johan bisa nulis Mandarin seperti saya? Apakah Johan lancar English, ngerti sejarah dunia dan lokal, ngerti basic science, ngerti bahasa dan budaya Jawa? Btw, saya tidak beragama Konghucu walau saya tahu banyak filosofinya sebanyak filosofi Socrates dkk. 

ari widodo
Kebijakan sapu jagat? kalau menurut saya belum karena negara belum sepenuh-penuhnya intervensi untuk mengatasi kelangkaan dan melambungnya harga minyak goreng, masih ada sapu jagat sapu jagat lainnya, seperti kebijakan yang mengharuskan pemilik lahan sawit untuk memasok produksinya ke pabrik CPO, kemudian mengharuskan pabrik CPO untuk memasok CPO ke pabrik minyak goreng, lalu mengharuskan pabrik minyak goreng untuk menjual kepada masyarakat dengan harga yang murah (wajar), ini baru namanya negara hadir untuk urusan yang mungkin kata bung KS urusan sepele remeh temeh tapi tidak terurus dengan baik he... salam sehat dan bahagia selalu.

Akagami Shanks
Nah yang ekspor kemarin kenapa sudah jadi TS. Apakah ini era rezim idul adha. Banyak kambing hitam di buat sate. Nanya saja?.

Hardiyanto Prasetiyo
Kebijakan gertak sambal. Awalnya banyak yg mengira CPO dan hampir dipastikan yg dilarang CPO eh ternyata yg dilarang cuman RBD Olein. RBD olein adalah hasil olahan dari CPO hanya dibutuhkan proses rafinasi dan fraksinasi CPO untuk menjadi RBD Olein. Jika yg dilarang RBD Olein maka bisa dipastikan target pemerintah untuk normalisasi stok dan harga akan gagal total. Gagal total karena CPO msh boleh diekspor, sedangkan untuk menghasilkan RBD mereka para negara importir sdh memiliki teknologinya untuk mengolah CPO menjadi RBD. Tentunya ini kebijakan nanggung, karena proses RBD msh bisa dilakukan oleh negara2 importir. Akhirnya pengusaha pun lbh condong ekspor CPO drpd RBD Olein. Toh yg pntg CPO nya drpd RBD nya.

Anwarul Fajri
Lengo sido mudun ora iki? Aku Wes ga sabar pengen adus lengo ko, biar kalo lebaran nanti kelihatan glowing. Uraaaaa

Agus Suryono
MAKANYA.. Sebenarnya rekomendasi untuk beralih ke REBUS san KUKUS adalah resep paling cespleng.. Karema tidak mempengaruhi sisi bisnis dan regulasi. Tapi banyak yang tidak percaya.. He he..

Yea A-ina
Adakah manfaat libur panjang keagamaan bagi efektivitas keputusan terhadap CPO dan migor? 1. BLT penebus kemahalan migor dalam negri, dibagikan berbarengan pembagian thr bagi pekerja formal. Efek lupa dan memaafkan mantan pengantre migor bakal meningkat . 2.Libur hari raua keagamaan yang panjang selalu menghentikan sementara kegiatan eksport. Sebagai pembanding eksportir ikan dan udang menghentikan pembelian H-7 lebaran s/d H+5. Hal itu berulang setiap tahun. Maka penghentian eksport SAPUJAGAT yang berlaku besok tgl 28 April ya tanpa aturan pun bakal terjadi berulang tiap tahun. 3. Bagi yang terpesona dengan kebijakan SAPUJAGAT, hal ini termasuk menjadi trending topik di kala halal bihalal lebaran. Tahulah apa dampaknya bagi si Hero, wkwkwk

Jimmy Marta
Pada beredar surat dirjen perkebunan kementan itu yg diyakini sebagian orang cpo itu tdk dilarang eksor. Jadi begini, yang dilarang ekspor itu adalah produk sawit dan produk turunannya. Yang tidak dilarang ekspor itu adalah petani sawit dan keturunannya....wkwk #komentarcerdas#

Lukman bin Saleh
Sy rasa pak mirza tdk keliru. Tp memang demikianlah. Aturan sudah d buat2 untuk menutupi kesalahan presiden yg keceplosan. Bahan baku migor itu ya CPO. Sdg RBD itu sendiri adalah migor. Migor curah. Krn aturan ini terlihat tdk masuk akal. Cendrung bahaya. Hanya untuk menyelamatkan muka presiden. Bagaimana kalau perusahaan yg sebelumbya memproduksi RBD ramai2 mengekspor CPO krn lebih menguntungkan? Makin besar masalah jadinya...

Mirza Mirwan
Jujur saja, saya termasuk orang yang keliru menafsirkan istilah "bahan baku minyak goreng";. Sebagai orang awam, yang saya tahu bshan bakunya ya CPO, Crude Palm Oil. Tapi ternyata dari CPO itu harus diproses dulu menjadi RBD Palm Olein -- Refined, Bleached, Deodorized Palm Olein. Yang dimaksud Pak Jokowi dengan bahan baku minysk goreng ya RBD Palm Olein ini, bukan CPO. RBD Palm Olein itulah, dan minyak goreng. yang dilarang untuk diekspor mulai Kamis besok sampai entah kapan. Jadi pernyataan presiden tempok hari tidak salah. Kebanyakan dari kita yang salah memahami istilah "bahan baku minyak goreng". Pak Jokowi mungkin tidak membaca Disway. Tetapi lewat kolom komentar ini dengan sepenuh kejujuran saya minta maaf atas komentar saya di edisi "Presiden Wow!" tempo hari.

Liam Then
harga minyak goreng harus turun, demi keadilan. Perkebunan sawit merambah hutan, ratusan ribu hektar konsesi hak pengelolaan lahan hanya ada ditangan beberapa gelintir orang. Hutan yang hilang dan imbas lingkungan, nanti yang kena itu masyarakat sekitar. Pemilik konsesi lahan malah jauh dari daerah terdampak. Sibuk menghitung deretan angka cuan di laporan. Jadi sudah selayaknya harga minyak goreng di kontrol oleh pemerintah. Jika tak mampu mengendalikan ,100% bisa kita artikan yang bersangkutan punya defisit dalam hal pemikiran tentang ekonomi kerakyatan.

Johan
Media sangat hebat menggiring opini, tanpa klarifikasi, pidato Pak Jokowi ditafsirkan produk sawit dan turunannya dilarang total untuk diekspor. Simak kalimat Pak Jokowi: Dalam rapat tersebut, telah saya putuskan pemerintah melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng mulai kamis 28 april 2022 sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian. Kata kuncinya bahan baku minyak goreng dan minyak goreng itu sendiri yang dilarang untuk ekspor. Kena prank Pak Jokowi? Tidak, rakyat di prank oleh media, termasuk Disway.

Lukman bin Saleh
Sebagai seorang manusia. Wajar melakukan kesalahan. Termasuk p Jokowi sendiri sebagai presiden. Dan sy senang selama ini P jokowi sering memperbaiki kebijakannya tanpa sungkan. Pun sesaat sesudah d tandatangani. Tp kadang sy d bikin gregetan oleh kaum cinta buta. Saat melakukan pembenaran dan pembelaan tdk masuk akal. Spt masalah skrg ini. Sudah sangat jelas sekali kalau aturan yg d buat hanya untk menyelamatkan muka presiden. Aturannya tdk masuk akal. Malah sangat berbahaya. Melarang ekspor minyak goreng curah/ RBD tanpa melarang ekspor CPO. Perusahaan yg memproduksi CPO sekaligus RBD otomatis menyetop produksi RBD. Untuk apa memproduksi RBD jika harus d jual murah dalam negeri. Ekspor CPO sj lebih gampang, lebih untung. Perusahaan migor yg membeli CPO dr perusahaan lain. Tak mampu lg membeli CPO yg makin mahal. Sementara mereka harus menjual migor dg harga murah. Alhasil... makin langkalah migor ke depan. Kecuali ada aturan2 lain untuk menambal aturan yg asal2an ini...

No Name
Kita kebanyakan multi identitas dalam bahasa. Kita punya bahasa persatuan bahasa Indonesia. Tapi masing-masing dari kita punya bahasa daerah. Kadang punya bahasa asing seperti Arab, Inggris, Chinese, dll. Kita ini multi identitas. Tak bisa dihindari dalam dunia modern yang saling terkoneksi. Bahasa mempengaruhi cara berpikir kita. Saya ambil contoh untuk istilah pemerintah yang Inggrisnya Government. Pemerintah berasal dari kata perintah. Konotasinya tukang perintah. Konotasi berikutnya adalah penguasa. Padahal penguasa dalam bahasa Inggris adalah ruler. Ruler beda pengertian dengan Government. Tapi bagi yang berbahasa Indonesia seringkali tak dibedakan. Pemerintah / Government ya Penguasa /Ruler. Pemerintah berkuasa atas segalanya hanya terjadi dalam pemerintahan diktator/absolut/ otoriter bukan pemerintahan demokratis. Government dalam alam pemikiran Barat itu bukan ruler yang berkuasa atas segalanya dan bisa main perintah seenakperutnya. Government itu hanya bisa to govern. Kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia Pemerintah hanya bisa memfasilitasi bukan memerintah apalagi berkuasa dalam sebuah negara demokratis. Penguasa sebenarnya adalah politikus/politisi yang seringkali Anda Sudah Tahu kong kali kong dengan pengusaha besar. Resiko negara dengan sistem politik demokrasi dan sistem ekonomi kapitalis ya begitu. Rusia dan Tiongkok yang semi otoriter atau otoriter/absolut tapi ekonomi kapitalis juga dikuasai oligarki-oligopoli tapi Putin atau Xi Ruler yg bisa menghabisi

Sumber: harian disway

Komentar: 263

  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Budi Utomo
    Budi Utomo
  • mzainal arifin
    mzainal arifin
  • Pryadi Satriana
    Pryadi Satriana
    • mzainal arifin
      mzainal arifin
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
  • Leong putu
    Leong putu
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
    • Leong putu
      Leong putu
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
  • Hardiyanto Prasetiyo
    Hardiyanto Prasetiyo
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
  • Er Gham
    Er Gham
  • Pryadi Satriana
    Pryadi Satriana
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Leong putu
    Leong putu
    • Leong putu
      Leong putu
    • Lukman bin Saleh
      Lukman bin Saleh
  • Lukman bin Saleh
    Lukman bin Saleh
    • Lukman bin Saleh
      Lukman bin Saleh
    • Hardiyanto Prasetiyo
      Hardiyanto Prasetiyo
    • Er Gham
      Er Gham
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
    • Liam Then
      Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Johan
      Johan
  • Liam Then
    Liam Then
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
  • Leong putu
    Leong putu
    • Leong putu
      Leong putu
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • Santun Mulia
      Santun Mulia
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Santun Mulia
      Santun Mulia
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Ibnu Shonnan
    Ibnu Shonnan
  • DeniK
    DeniK
    • Tunk BM
      Tunk BM
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Lukman bin Saleh
      Lukman bin Saleh
  • Mirza Mirwan
    Mirza Mirwan
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Mirza Mirwan
      Mirza Mirwan
    • Lukman bin Saleh
      Lukman bin Saleh
  • dabaik kuy
    dabaik kuy
    • dabaik kuy
      dabaik kuy
    • dabaik kuy
      dabaik kuy
    • dabaik kuy
      dabaik kuy
  • lakitan raya
    lakitan raya
  • Lukman bin Saleh
    Lukman bin Saleh
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Dodik Wiratmojo
    Dodik Wiratmojo
  • dar_smd
    dar_smd
    • Rizky Dwinanto
      Rizky Dwinanto
  • Hardiyanto Prasetiyo
    Hardiyanto Prasetiyo
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
  • Akagami Shanks
    Akagami Shanks
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
  • Aliifa Syifa
    Aliifa Syifa
  • Anwarul Fajri
    Anwarul Fajri
  • Er Gham
    Er Gham
  • Asep Sumpena
    Asep Sumpena
    • Rizky Dwinanto
      Rizky Dwinanto
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
  • Pryadi Satriana
    Pryadi Satriana
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
    • DeniK
      DeniK
    • dabaik kuy
      dabaik kuy
    • ulul azmi
      ulul azmi
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • omami clan
    omami clan
  • JIM vsp
    JIM vsp
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Rizky Dwinanto
      Rizky Dwinanto
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • arif lein
    arif lein
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
  • Mito Sumito Hardjo
    Mito Sumito Hardjo
    • Liam Then
      Liam Then
  • bagus aryo sutikno
    bagus aryo sutikno
  • JIM vsp
    JIM vsp
  • Pambudi Bagus Widodo
    Pambudi Bagus Widodo
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Santun Mulia
      Santun Mulia
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
  • Alfansayah Boy123
    Alfansayah Boy123
  • Rizky Dwinanto
    Rizky Dwinanto
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
  • Akagami Shanks
    Akagami Shanks
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Eksan Susanto
      Eksan Susanto
  • Budi Utomo
    Budi Utomo
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Liam Then
      Liam Then
  • the sleepwalker
    the sleepwalker
  • Lagarenze Lagarenze
    Lagarenze Lagarenze
  • Nurkholis Marwanto
    Nurkholis Marwanto
  • Sutikno tata
    Sutikno tata
  • thamrindahlan
    thamrindahlan
    • Amat Kasela
      Amat Kasela
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Mister Xi
      Mister Xi
  • ALTEZZA EXEL
    ALTEZZA EXEL
  • ahmad faqih
    ahmad faqih
  • Paul Ivan
    Paul Ivan
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Lukman bin Saleh
    Lukman bin Saleh
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Liam Then
      Liam Then
  • ALTEZZA EXEL
    ALTEZZA EXEL
  • Yuppi Apriamin
    Yuppi Apriamin
  • Mister Xi
    Mister Xi
    • Liam Then
      Liam Then
    • Mister Xi
      Mister Xi
  • Ade Alit
    Ade Alit
    • Ade Alit
      Ade Alit
    • Liam Then
      Liam Then
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • Mister Xi
      Mister Xi
  • Ahmad Zuhri
    Ahmad Zuhri
  • am dki9
    am dki9
  • alasroban
    alasroban
  • pokak sejahtera
    pokak sejahtera
    • Liam Then
      Liam Then
  • Yudi Ka
    Yudi Ka
    • Fantra Salahuddin
      Fantra Salahuddin
  • Budi Utomo
    Budi Utomo
    • Johan
      Johan
    • Waris Muljono
      Waris Muljono
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Mister Xi
      Mister Xi
  • Gito Gati
    Gito Gati
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • alam barawa
    alam barawa
  • DeniK
    DeniK
  • Waris Muljono
    Waris Muljono
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
  • herry isnurdono
    herry isnurdono
    • Parikesit Riau
      Parikesit Riau
  • Khodijah Robbani
    Khodijah Robbani
  • Amat Kasela
    Amat Kasela
    • ALTEZZA EXEL
      ALTEZZA EXEL
    • Mundir Ansori Al Fauroni
      Mundir Ansori Al Fauroni
    • herry isnurdono
      herry isnurdono
    • Mundir Ansori Al Fauroni
      Mundir Ansori Al Fauroni
  • Amat Kasela
    Amat Kasela
  • rid kc
    rid kc
  • Agung Cahyadi
    Agung Cahyadi
  • Sugiri
    Sugiri
    • Sugiri
      Sugiri
  • Mister Xi
    Mister Xi
  • DeniK
    DeniK
  • Antonio Samaran
    Antonio Samaran
    • xiaomi fiveplus
      xiaomi fiveplus
  • Legeg Sunda
    Legeg Sunda
  • sukma mulyadi
    sukma mulyadi
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Mukhlis Sulaiman
    Mukhlis Sulaiman
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • mzarifin umarzain
    mzarifin umarzain
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain