Dino Patti Djalal Ragukan Kesimpulan Bunuh Diri Diplomat Kemenlu, Soroti Kejanggalan Kasus

Dino Patti Djalal Ragukan Kesimpulan Bunuh Diri Diplomat Kemenlu, Soroti Kejanggalan Kasus

Polri menanggapi permintaan keluarga Aryadharu atau ADP, diplomat Kementerian Luar Negeri, agar kasus yang menimpanya kembali dibuka dan ditindaklanjuti secara menyeluruh oleh jajaran kepolisian, khususnya Polda Metro Jaya.-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal menyoroti soal Tewasnya Diplomat Kemenlu, ADP.

Dikatakannya, dirinya menyampaikan keraguannya atas kesimpulan bahwa Diplomat Muda ADP meninggal akibat bunuh diri. 

Menurutnya, sejumlah kejanggalan membuat teori tersebut sulit diterima, baik oleh dirinya, keluarga korban, maupun sebagian besar masyarakat.

BACA JUGA:Beredar Nama 20 Prajurit TNI yang Lakukan Penyiksaan pada Prada Lucky

BACA JUGA:Kronologis KPK OTT 5 Tersangka Kasus Suap Proyek RSUD Kolaka Timur, 3 Lokasi Digeledah

"Saya bukan polisi dan tidak punya akses ke data forensik, tapi sulit sekali menerima kesimpulan bahwa Aryadaru bunuh diri," katanya di akun Instagramnya, @dinopattidjalal.

Dinilainya, ada lima alasan yang membuatnya meragukan dugaan bunuh diri tersebut. 

Pertama, metode yang disebut digunakan sangat tidak lazim. 

"Saya belum pernah seumur hidup mendengar orang bunuh diri dengan cara lakban. Ini tanda tanya besar," ujarnya.

Kedua, ADP seharusnya tengah berada di puncak semangat hidup karena akan bertugas di Finlandia, salah satu penempatan idaman bagi diplomat Indonesia. 

BACA JUGA:Ibu Prada Lucky Ungkap Penyiksaan yang Dilakukan Oleh Senior Hingga Meninggal Dunia, Sebut 2 Nama: Pelakunya 20 Orang

BACA JUGA:Kejagung Buka Suara Soal Pegawainya Cekcok dan Bawa Senpi di Tangsel

"Psikologinya tidak cocok dengan orang yang depresi atau ingin mengakhiri hidup," ucapnya.

Alasan ketiga, tidak adanya pesan terakhir bagi keluarga. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads