Lesunya Bus Pariwisata Akibat Larangan Studytour: Saatnya Cari Solusi Bijak
Lesunya Bus Pariwisata Akibat Larangan Studytour: Saatnya Cari Solusi Bijak---Dok. Istimewa
JAKARTA, DISWAY.ID - Sejak kebijakan larangan study tour di Jawa Barat diberlakukan, ribuan pengusaha bus pariwisata dan pekerjanya merasakan dampak langsung.
Mulai dari sopir, kru bus, pemilik usaha, hingga agen perjalanan, semuanya mengalami penurunan pendapatan signifikan.
Larangan study tour ini awalnya dimaksudkan untuk mencegah kejadian tidak diinginkan dan menjaga keselamatan pelajar.
Namun, kebijakan ini ternyata menimbulkan efek domino yang membuat industri pariwisata lesu. Bus-bus pariwisata yang sebelumnya ramai dipesan untuk perjalanan sekolah kini lebih banyak terparkir di garasi.
BACA JUGA:JNE dan TIKI Salurkan Ambulans dan Mobil Jenazah Lewat Program CSR ‘Berbagi untuk Kemanusiaan’
Sejak kebijakan tersebut mulai diterapkan pada tahun ajaran baru, orderan menurun tajam.
Bulan-bulan yang biasanya menjadi musim ramai, kini menjadi masa sepi bagi para pelaku usaha bus pariwisata.
Tidak hanya di Jawa Barat, efeknya juga dirasakan di kota-kota lain. Misalnya, perusahaan rental bus jakarta mengalami penurunan jumlah pesanan dari sekolah-sekolah luar daerah yang biasanya berkunjung ke destinasi wisata di Jabar.
Begitu pula penyedia sewa bus pariwisata jogja yang kehilangan pasar dari rombongan pelajar.
BACA JUGA:Wardah Hadirkan 'Wardah Lipbrary' di 1.000 Titik, Peringati International Lipstick Day!
Mengapa ini menjadi masalah besar?
Industri pariwisata, khususnya transportasi, merupakan rantai ekonomi yang melibatkan banyak pihak.
Ketika satu kebijakan menutup peluang perjalanan sekolah, bukan hanya bus yang berhenti beroperasi, tetapi juga pemandu wisata, penginapan, hingga pedagang kecil di destinasi wisata ikut terdampak.
Bagaimana seharusnya solusinya?
Daripada melarang secara total, seharusnya pemerintah dapat menetapkan regulasi ketat yang mengatur keselamatan dan manajemen perjalanan.
Misalnya, mewajibkan asuransi perjalanan, pemeriksaan kelayakan bus secara berkala, dan pendampingan dari pihak sekolah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: