Cegah Angka Kanker Serviks Meningkat, Kemenkes Gencarkan Skrining!

Cegah Angka Kanker Serviks Meningkat, Kemenkes Gencarkan Skrining!

Kemenkes menegaskan komitmennya untuk menekan angka kasus dan kematian akibat kanker serviks yang masih menjadi ancaman serius bagi perempuan di Indonesia-Disway.id/Hasyim Ashari-

JAKARTA, DISWAY.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan komitmennya untuk menekan angka kasus dan kematian akibat kanker serviks yang masih menjadi ancaman serius bagi perempuan di Indonesia.

Sebagai upaya utama dalam strategi eliminasi penyakit ini, Kemenkes akan memperkuat dan menggalakkan Program Nasional Skrining Kesehatan bagi wanita, terutama kelompok usia rentan.

BACA JUGA:Kemenkes Impor 47 Tenaga Ahli Medis Jerman, Perkuat Kapasitas Radioterapi Kanker Serviks di Indonesia

BACA JUGA:Implementasi Label Nutri-Grade Terhambat, Kemenkes Ungkap Tunggu Kebijakan dari Kementerian Perdagangan

Langkah ini merupakan implementasi nyata dari Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Serviks di Indonesia 2023–2030, yang menjadikan skrining sebagai pilar krusial selain vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dan tatalaksana kasus invasif yang optimal.

"Ini nanti akan menjadi gerakan nasional. Jadi semua perempuan nanti akan dilakukan pemeriksaan terutama yang sudah dewasa ya atau sudah melakukan aktivitas seksual secara aktif," ujar dr. Obrin Parulian, Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan, Kamis 25 September 2025.

Kanker serviks menempati posisi kedua sebagai jenis kanker dengan kasus tertinggi pada perempuan di Indonesia. Ironisnya, sebagian besar pasien sekitar 70% baru terdiagnosis saat sudah mencapai stadium lanjut, yang membuat pengobatan kurang efektif dan meningkatkan risiko kematian.

Deteksi dini melalui skrining adalah kunci untuk menemukan lesi prakanker atau kanker pada stadium awal.

BACA JUGA:Berapa Banyak Unggahan dengan ChatGPT Plus? Ini Batasan Terbaru Tahun 2025

Dalam program nasional ini, Kemenkes menargetkan:

- Peningkatan Cakupan: Menskrining 75% dari seluruh perempuan berusia 30 hingga 69 tahun secara bertahap.

- Metode Skrining: Metode utama yang diutamakan adalah Tes DNA HPV karena dianggap lebih akurat dan dapat mendeteksi risiko infeksi virus penyebab kanker serviks.

Saat ini, Kemenkes tengah menggandeng berbagai mitra untuk mengembangkan model skrining yang lebih mudah diakses, termasuk metode self-sampling (pengambilan sampel mandiri) dan penerapan model hub and spoke di Puskesmas, yang bertujuan mempermudah akses di berbagai daerah.

BACA JUGA:Kemenkes: Warga Jakarta Tempati Posisi Tertinggi dengan Depresi dan Kecemasan, 10 Kali Rentan Bunuh Diri

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads