Cegah Angka Kanker Serviks Meningkat, Kemenkes Gencarkan Skrining!
Kemenkes menegaskan komitmennya untuk menekan angka kasus dan kematian akibat kanker serviks yang masih menjadi ancaman serius bagi perempuan di Indonesia-Disway.id/Hasyim Ashari-
"Kemudian supaya kita bisa tahu lebih awal, maka kita lakukan deteksi dini atau screening. Kita bisa, kalau dulu tuh diperiksa dengan IVA ya, jadi dilihat langsung atau kemudian Pap smear itu bisa dilakukan," ujar Obrin.
"Tapi sekarang ada yang canggih, dengan HPV itu hanya di, seperti COVID lah, kita swab itu. Kalau ini dimasukkan ke dalam hidung, ini dimasukkan ke dalam apa leher rahimnya, kemudian diperiksa di lab. Maka kalau positif, itu dilakukan eh tindakan-tindakan pengobatan dan lain sebagainya," tambahnya.
Skrining Gratis dan Integrasi Layanan
Untuk mendorong partisipasi wanita, Kemenkes berencana menggratiskan skrining kanker serviks sebagai bagian dari Integrasi Layanan Primer (ILP) di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Hal ini bertujuan menghilangkan hambatan biaya dan memutus stigma serta rasa takut terhadap prosedur pemeriksaan.
"Skrining harus menjadi bagian rutin dari gaya hidup sehat wanita, sama pentingnya dengan imunisasi bagi anak-anak. Kami telah mengintegrasikan layanan ini di Puskesmas agar masyarakat mudah mengaksesnya, bahkan kami dorong pemeriksaan gratis," tutur Obrin.
Dengan deteksi dini, kanker serviks dapat dicegah atau jika terdeteksi pada tahap awal, dapat disembuhkan hingga 100%. Program nasional ini menjadi harapan besar untuk mewujudkan visi Indonesia bebas dari ancaman kanker serviks pada tahun 2030.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: