Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%, Rosan: Investasi Harus Ciptakan Lapangan Pekerjaan
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menegaskan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% diperlukan upaya bersama dari berbagai sektor.-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menegaskan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% diperlukan upaya bersama dari berbagai sektor.
Salah satunya adalah investasi yang dapat berdampak pada sektor lapangan pekerjaan.
Sebab menurutnya, pembangunan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan, yang hanya bisa tercapai apabila pembangunan manusia turut berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Saya meyakini, pertumbuhan yang berkualitas dan berkesinambungan hanya bisa terjadi apabila manusia Indonesia juga ikut tumbuh dan berkembang bersama-sama. Tanpa peningkatan kualitas manusia, pertumbuhan tidak akan berkelanjutan,” ujar Rosan dalam sambutannya pada pembukaan Investor Daily Summit 2025, di Jakarta International Convention Center, Rabu 8 September 2025.
BACA JUGA:Menaker Yassierli: Produktivitas Tenaga Kerja Kunci Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Menurut Rosan, pertumbuhan ekonomi Indonesia terutama ditopang oleh konsumsi domestik sekitar 54%, investasi 27%-28%, belanja pemerintah 7%, dan ekspor sekitar 2%.
“Dari struktur ini, investasi menjadi salah satu penggerak utama perekonomian,” jelasnya.
Menurut Rosan, peningkatan investasi menjadi kunci penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Karena itu, pemerintah terus berupaya memperbaiki iklim investasi dan iklim industri melalui kebijakan yang lebih efisien dan kompetitif.
BACA JUGA:Erick Thohir: Sport Tourism dari MotoGP Mandalika 2025 Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi
“Kita harus terus memperbaiki regulasi dan mengurangi birokrasi berlapis yang bisa menghambat investasi. Sebab, kita bersaing dengan negara-negara tetangga untuk menarik investasi asing langsung (foreign direct investment),” katanya.
Rosan menekankan bahwa Indonesia perlu cerdas dalam merumuskan kebijakan investasi agar tetap kompetitif sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Kami tidak hanya mengejar besarnya nilai investasi, tetapi juga kualitasnya. Investasi harus berkelanjutan, memberikan dampak positif, dan yang paling penting, menciptakan lapangan pekerjaan,” tegasnya.
BACA JUGA:Mendagri Tito Karnavian: Pemda Harus Jaga Kamtibmas dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: