Starlink dan Veon Jalin Kesepakatan Besar Jangkau 150 Juta Pengguna Lewat Jaringan Direct-to-Cell

Starlink dan Veon Jalin Kesepakatan Besar Jangkau 150 Juta Pengguna Lewat Jaringan Direct-to-Cell

Layanan penyedia internet satelit, Stralink telah mencapai kesepakatan terbesar dengan Veon untuk menyambungkan layanan internet langsung ke HP.--Instagram @starlink_idn

JAKARTA, DISWAY.ID - Layanan penyedia internet satelit, Starlink telah mencapai kesepakatan terbesar dengan Veon untuk menyambungkan layanan internet langsung ke HP (direct-to-cell).

Melalui kemitraan ini, Starlink berpeluang menjangkau lebih dari 150 juta calon pengguna baru. 

Selain itu, kolaborasi tersebut juga membuka akses yang lebih praktis bagi konsumen yang ingin menghubungkan ponselnya langsung ke jaringan satelit yang berada di orbit.

BACA JUGA:Rusia Luncurkan Pesaing Starlink dengan Kecepatan Lebih Tinggi, Ini Keunggulannya

Sistem direct-to-cell ini berkerja dengan menghubungkan ponsel ke modem luar angkasa.

Lalu, sinyal telepon akan dipancarkan ke Bumi hingga koneksi internetnya dapat menjangkau berbagai daerah termasuk wilayah terpencil.

Integrasi jaringan ini dimulai dengan operator Beeline di Kazakhstan dan Kyivstar di Ukraina. Veeon juga mengoperasikan Starlink di Pakistan, Bangladesh, dan Uzbekistan.

Kyivstar di Ukraina dijadwalkan menjadi operator pertama yang mengaktifkan layanan tersebut pada kuartal keempat tahun ini.

Setelah itu, Beeline di Kazakhstan akan mengikuti dengan peluncuran layanan serupa pada tahun berikutnya.

BACA JUGA:Mengenal Starlink Milik Elon Musk yang Beroperasi di Indonesia, Layanan Satelit Internet dengan Orbit Rendah

Di Indonesia sendiri, sistem direct-to-cell Starlink belum bisa beroperasi karena izinnya terbatas pada ISP dan Jartup Vsat.

Layanan tersebut tidak bersifat eksklusif. Dengan kata lain, Veon tidak terikat hanya pada satu penyedia layanan internet satelit saja. 

Perusahaan telekomunikasi ini tetap memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengan penyedia satelit lainnya, termasuk Project Kuiper milik Amazon.

Di lain sisi, CEO Veon Group Kaan Terzioglu sebut pihaknya tengah berdiskusi dengan Project Kuiper milik Amazon, AST SpaceMobile, dan Eutelsat OneWeb agar mereka tidak bergantung pada satu penyedia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait