Diplomasi Tangan di Atas: Menguatkan Peran Global Indonesia
Prof. Jamhari Makruf, Ph.D. - Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia –-dok disway-
Diplomasi Tangan di Atas
Di sinilah UIII mengambil peran. Kampus Islam internasional berbasis Indonesia—berlokasi di Depok, dengan arsitektur postmodern di lahan 142 hektare, dikelilingi dua danau alami—dididirikan melalui Perpres 2016.
Misi utamanya tiga: memperkenalkan ilmuwan Indonesia ke dunia; menjadi rumah Islam wasatiyah Indonesia; dan meningkatkan posisi global Indonesia melalui pendidikan.
UIII sudah bergerak ke arah itu.
BACA JUGA:Wakil Kepala Daerah Sebaiknya Dihapus, Boros dan Tak Efisien
BACA JUGA:Momentum Sumpah Pemuda: Generasi Muda Anti Narkoba
Separuh mahasiswanya berasal dari 55 negara. Ada program khusus untuk perempuan Afghanistan.
Ada mahasiswa Palestina.
Dan setiap tahun, alumni internasional pulang membawa pengalaman Islam Indonesia—Islam yang menghargai kemajemukan, anti-kekerasan, dan bersahabat dengan demokrasi.
Inilah bentuk paling nyata dari diplomasi tangan di atas: Indonesia memberi, bukan meminta.
Indonesia mengundang, bukan memohon. Indonesia menawarkan Islam yang ramah, bukan Islam yang menakutkan.
Indonesia sering disebut sebagai the world’s largest Muslim-majority democracy.
Namun potensi itu terlalu lama “sepi”, tidak tampil sebagai sumber inspirasi global.
Jika diplomasi pendidikan dijalankan serius—dengan UIII sebagai motor utamanya—Indonesia bisa berdiri tegak sebagai rujukan baru dunia Islam.
BACA JUGA:Menakar Ruang Fiskal Daerah di Tengah Penurunan Transfer dan Peningkatan Beban ASN
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: