Diplomasi Tangan di Atas: Menguatkan Peran Global Indonesia
Prof. Jamhari Makruf, Ph.D. - Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia –-dok disway-
Jika satu universitas di Indonesia mencapai komposisi 30–50% mahasiswa internasional, stabilitas keuangan kampus itu akan naik drastis.
Banyak negara menaikkan kualitas pendidikan justru dari surplus ini.
Ketiga, membangun jejaring sahabat Indonesia. Dunia mengenal Indonesia lewat karya para Indonesianist: Clifford Geertz (The Religion of Java), Ben Anderson (Imagined Communities), James Fox, hingga Anthony Reid.
Mereka jatuh hati karena tinggal lama, meneliti, makan, dan hidup di tengah masyarakat kita.
Begitu mereka kembali ke negaranya—sebagai profesor, diplomat, ekonom, atau pejabat—Indonesia tetap menempel di kepala mereka.
BACA JUGA:Kepahlawanan
BACA JUGA:Pahlawan Baru di Zaman Ilmu
Contoh paling gampang? Barack Obama.
Cukup menyebut “bakso” dan “nasi goreng”, seluruh dunia bertanya: apa istimewanya Indonesia?
Begitulah kekuatan pendidikan: ia menciptakan jejaring emosional yang tak bisa dibeli oleh iklan atau diplomasi formal.
Ekosistem Pendidikan Internasional: PR Besar
Menjadi negara pemberi beasiswa tidak cukup dengan niat baik.
Indonesia harus membangun sebuah ekosistem yang membuat mahasiswa asing merasa bahwa belajar di sini adalah pengalaman yang aman, mudah, dan berkualitas.
Pertama, visa pelajar harus sederhana dan cepat.
Banyak negara kehilangan calon mahasiswa asing karena proses visa yang berbelit dan tidak transparan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: