Maduro Diseret Trump, Venezuela Tunjuk Presiden Sementara

Maduro Diseret Trump, Venezuela Tunjuk Presiden Sementara

Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodríguez untuk mengambil alih kekuasaan dan tugas sebagai presiden sementara setelah Amerika Serikat menyingkirkan Nicolás Maduro.--Wionews

JAKARTA, DISWAY.ID - Venezuela dipimipin presiden sementara saat ini.

Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodríguez untuk mengambil alih kekuasaan dan tugas sebagai presiden sementara setelah Amerika Serikat menyingkirkan Nicolás Maduro.

Perintah tersebut diumumkan pada Sabtu malam waktu setempat.

BACA JUGA:Venezuela Membara! Media India Sebut Penangkapan Maduro oleh Trump sebagai Penculikan

Maduro berada dalam kondisi ketidakmungkinan untuk menjalankan fungsi pemerintahan. 

Dalam perintah itu disebutkan bahwa Rodríguez akan “mengambil alih dan menjalankan, sebagai presiden sementara, seluruh kewenangan, tugas, dan wewenang yang melekat pada jabatan Presiden Republik Bolivarian Venezuela, guna menjamin keberlanjutan administrasi dan pertahanan menyeluruh negara.”

Pernyataan tersebut dibacakan oleh Hakim Tania D’Amelio dalam sebuah sidang yang disiarkan oleh saluran televisi pemerintah VTV.

BACA JUGA:Kemlu Pastikan Kondisi WNI di Venezuela Aman Usai Serangan Militer AS

Konstitusi Venezuela menyatakan bahwa apabila terjadi kekosongan sementara atau tetap pada jabatan presiden, maka pejabat yang menjabat sebagai wakil presiden wajib menggantikannya.

Sebelumnya, presiden Venezuela Nicolás Maduro dan ibu negara Cilia Flores dilaporkan ditangkap dalam sebuah operasi dramatis pada dini hari.

Keduanya dibangunkan dari tidur dan diseret keluar dari kamar tidur mereka saat pasukan Amerika Serikat menyerbu kediaman mereka, demikian laporan CNN yang mengutip dua sumber yang mengetahui operasi tersebut.

BACA JUGA:Trump: AS Akan Ambil Alih Industri Minyak Venezuela

Penggerebekan mendadak itu terjadi di dalam kompleks militer dengan keamanan tinggi Ft Tiuna di Caracas, tempat pasangan tersebut menginap ketika pasukan komando AS bergerak masuk.

Operasi tersebut dilakukan oleh pasukan elit Delta Force Angkatan Darat AS, berlangsung pada Sabtu dini hari di bawah perlindungan kegelapan, dan selesai dalam waktu kurang dari 30 menit.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads