Tanaman Obat, Aromatik, dan Rempah: Mesin Ekonomi Baru 2026

Tanaman Obat, Aromatik, dan Rempah: Mesin Ekonomi Baru 2026

Di tengah pertumbuhan ekonomi global yang cenderung moderat serta meningkatnya tantangan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat, Indonesia sesungguhnya tengah duduk di atas harta karun ekonomi yang kerap luput dari sorotan arus utama, yaitu tanaman ob-dok disway-

Keterbatasan riset terapan, uji klinis, dan sertifikasi internasional juga membuat produk herbal Indonesia kerap terjebak sebagai komoditas generik, sehingga sulit menembus segmen pasar premium meskipun memiliki kekayaan bioaktif yang sangat potensial.

BACA JUGA:Update Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Sabtu, 17 Januari 2026: BMKG Prediksi Turun Hujan

BACA JUGA:KP2MI Siap Salurkan KUR Pekerja Migran, Wamen Christina Ungkap Hal Ini

Karena itu, transformasi TOAR menuju mesin ekonomi baru menuntut agenda kebijakan yang terintegrasi dan tegas. Pemerintah perlu menyusun roadmap nasional TOAR hingga 2026 yang menghubungkan produksi, riset, hilirisasi, dan pemasaran global dengan orientasi nilai tambah.

Insentif investasi dan teknologi, termasuk fasilitas good manufacturing practice (GMP) dan teknologi ekstraksi, harus diperkuat, seiring penguatan kolaborasi riset untuk menghasilkan fitofarmaka dan standar mutu internasional.

Di saat yang sama, Indonesia perlu membangun identitas merek global sebagai produsen bahan alam yang terstandar, aman, dan berkelanjutan, agar TOAR tidak lagi dipandang sebagai komoditas mentah, melainkan sebagai produk unggulan bernilai tinggi di pasar dunia.

by: Kuntoro Boga Andri, SP, MAgr, PhD, Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan, Kementerian Pertanian

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads