Jelang Ramadan 1447 H Pasokan Daging Sapi Tak Stabil dan Harga Naik? Ini Cerita Peternak Langsung dari Kandang
Menjelang bulan Ramadan, kenaikan harga daging sapi tidak dibarengi dengan ketersediaan barang, membuat konsumen dan pedagang sama-sama mengeluh-disway.id/Candra Pratama-
Namun ia menilai lemahnya pengawasan membuat program tersebut kerap tidak berkelanjutan.
BACA JUGA:Internet Rp100 Ribu: Antara Harapan Warkop Menteng, Bisikan Kos Palmerah dan Gamang Sang Raksasa
BACA JUGA:Internet Rakyat Rp100 Ribu: Janji Kecepatan Langit, Tapi Sosialisasi Masih Seperti Angin
“Bantuan dikasih, tapi tidak dipantau. Apakah sapinya produktif atau tidak, akhirnya tidak jelas,” katanya.
Menurut Ryan, untuk menstabilkan pasokan dan harga daging sapi, terutama menjelang momen krusial seperti Ramadan, pemerintah tidak perlu langkah yang rumit.
Fokus utama cukup pada dua hal, perbaikan sistem pembibitan dan pengendalian penyakit ternak.
Jika penyakit dapat dikendalikan dan ketersediaan bakalan terjamin, peternak rakyat diyakini akan kembali percaya diri memelihara sapi.
Ditambah dengan stabilitas harga BBM untuk menekan ongkos distribusi, harga daging pun berpeluang kembali terkendali.
BACA JUGA:Simalakama UMP 2026: Buruh Ngotot Naik 6 Persen Lebih, Pemerintah Tak Kunjung Beri Kepastian
BACA JUGA:Tarik Ulur Kenaikan UMP 2026: Pengusaha Khawatir, Pekerja Makin Menjerit
“Kalau peternak sudah merasa aman, mereka berani beternak lagi. Dari situ pasokan akan jalan sendiri,” pungkasnya.
Rantai Pasokan Daging Sapi
Sementara itu rantai pasokan daging sapi di tingkat pasar tradisional kian menunjukkan tanda-tanda tersendat.
Pemandangan sepi terlihat di Pasar Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu pagi, 31 Januari 2026.
Di antara lapak-lapak yang sebagian besar tutup, seorang pedagang bernama Imron (50) tampak duduk termenung di kiosnya.
Lapak milik Imron hanya menampilkan dua potong besar daging sapi yang digantung serta sebuah nampan berisi tetelan di atas meja.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: