Jelang Ramadan 1447 H Pasokan Daging Sapi Tak Stabil dan Harga Naik? Ini Cerita Peternak Langsung dari Kandang
Menjelang bulan Ramadan, kenaikan harga daging sapi tidak dibarengi dengan ketersediaan barang, membuat konsumen dan pedagang sama-sama mengeluh-disway.id/Candra Pratama-
Imbasnya baru benar-benar terasa saat permintaan pasar meningkat, seperti menjelang Ramadhan.
Masalah peternak tidak berhenti di situ.
Lonjakan biaya produksi turut memperparah keadaan.
BACA JUGA:PPN 12% Bikin Susah! Boro-Boro Beli HP atau Mobil, Rp100 Ribu Sehari Gak Cukup
BACA JUGA:Pilihan Childfree Gen Z dan Upaya Pemerintah Menjawab Kecemasan Anak Muda
Ryan menyebut kenaikan harga BBM berdampak langsung pada ongkos pakan, terutama jerami yang harus didatangkan dari luar daerah.
“Sekarang satu truk jerami dari Jonggol bisa sampai Rp2 juta. Padahal sebelumnya sekitar Rp1,5 juta,” ungkapnya.
Selain jerami, peternak juga wajib menyediakan konsentrat sebagai pakan penguat.
Ketika biaya transportasi naik, perhitungan biaya produksi per kilogram daging pun ikut terdongkrak.
Distribusi sapi hidup juga menjadi tantangan tersendiri.
BACA JUGA:Tren Childfree Meningkat, Isyarat Awal Tantangan Ekonomi
BACA JUGA:Gen Z dan Pilihan Childfree: Antara Realitas Hidup dan Finansial
Ryan memilih mendatangkan sapi dari Lampung karena dinilai lebih aman dari sisi kesehatan ternak.
Namun, ongkos pengiriman kini jauh lebih mahal.
“Dulu satu Fuso dari Lampung ke Jakarta sekitar Rp4,5 sampai Rp5 juta. Sekarang bisa tembus Rp6–7 juta,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: