Jelang Ramadan 1447 H Pasokan Daging Sapi Tak Stabil dan Harga Naik? Ini Cerita Peternak Langsung dari Kandang

Jelang Ramadan 1447 H Pasokan Daging Sapi Tak Stabil dan Harga Naik? Ini Cerita Peternak Langsung dari Kandang

Menjelang bulan Ramadan, kenaikan harga daging sapi tidak dibarengi dengan ketersediaan barang, membuat konsumen dan pedagang sama-sama mengeluh-disway.id/Candra Pratama-

Dengan kapasitas angkut sekitar 20 ekor sapi per truk, kenaikan ongkos tersebut otomatis menaikkan harga sapi di tingkat peternak.

Di sisi lain, Ryan menilai populasi sapi nasional sebenarnya tidak sepenuhnya menurun. 

BACA JUGA:Pinjol Berujung Teror! Debt Collector Disorot, OJK Ungkap Lonjakan Pembiayaan 23,86 Persen

BACA JUGA:Di Balik Mudahnya Pinjol: Kesehatan Mental Terancam, Perlindungan Ekonomi Dipertanyakan

Namun terjadi pergeseran orientasi usaha.

Banyak peternak kini lebih fokus pada penggemukan sapi untuk kebutuhan hewan kurban, yang dinilai lebih menguntungkan dibandingkan pasar daging harian.

“Pasar kurban marginnya jauh lebih besar. Akhirnya sapi untuk potong harian jadi berkurang,” katanya.

Kondisi ini membuat sapi lokal semakin sulit bersaing dengan sapi impor.

Menurut Ryan, persoalan kembali bermuara pada sistem pembibitan. 

BACA JUGA:Pinjol, Pedang Bermata Dua: Dari Solusi Instan ke Jerat Utang Tanpa Akhir

BACA JUGA:Strategi Banting Harga ala Internet Rakyat Rp100 Ribu?

Sapi impor berasal dari sistem breeding yang terencana, seragam, dan efisien.

Sementara peternakan lokal masih didominasi pola rakyat yang belum terstandarisasi.

“Kalau pembibitan dibereskan dulu, penggemukan itu bisa menyusul. Kalau hulunya kuat, sapi lokal bisa bersaing,” ujarnya.

Ryan mengakui pemerintah telah menggulirkan program bantuan bibit dan pakan melalui kelompok tani.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads