Ditutup Melemah, Analis Prediksi IHSG Akan Kembali Bergerak di Zona Merah

Ditutup Melemah, Analis Prediksi IHSG Akan Kembali Bergerak di Zona Merah

Rekomendasi pasar saham.-Bianca/Disway.id-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Melanjutkan pelemahan sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup dengan melaju ke zona merah pada perdagangan Jumat (06/02) lalu.

Sementara itu dilansir dari data PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, pelemahan sendiri dipimpin oleh saham-saham sektor Consumer Cyclicals (-5.11 persen) dan Industrials (-4.51 persen).

"Sentimen negatif disebabkan oleh Moody's, lembaga pemeringkat kelayakan kredit, yang menurunkan outlook kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif," tutur Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, kepada Disway.

Sementara itu, asing membukukan net buy sebesar Rp miliar di pasar reguler dengan saham-saham yang paling banyak dibeli seperti: BMRI, BUMI, TLKM, ANTM, dan ASII.

BACA JUGA:Link Daftar Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 di Pedamateng, Amankan Kuota Sebelum Kehabisan

Di sisi lain, indeks utama bursa AS Bursa saham Wall Street ditutup mayoritas menguat.

"Sentimen positif disebabkan oleh CEO dan analis perusahaan teknologi besar tak lagi khawatir tentang dampak alat AI baru pada teknologi lama," jelas Priyambada.

Dengan kondisi tersebut, PT Reliance Sekuritas Indonesia memproyeksikan bahwa pergerakan IHSG pada perdagangan Senin (09/02) ini akan bergerak di kisaran support pada level 7,854 dan resistance pada level 8,028 dengan kecenderungan menguat.

"Secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk doji (reversal pattern), masih di bawah MA5 serta indikator Stochastic dead cross. Dengan demikian, kami proyeksikan hari ini IHSG akan mengalami penguatan," papar Priyambada.

Rekomendasi Saham

Di sisi lain, berikut adalah empat rekomendasi saham potensial rekomendasi para analis yang menarik untuk dipantau, yang terdiri dari:

Stock picks: MEDC, BRIS, ISAT, TLKM

 

MEDC - Buy

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads