PHK Menggila 2025, Kelas Menengah Terpaksa Jadi Ojol dan freelance: Pengangguran Tembus 7,3 Juta

PHK Menggila 2025, Kelas Menengah Terpaksa Jadi Ojol dan freelance: Pengangguran Tembus 7,3 Juta

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi di berbagai sektor, mendorong lonjakan angka pengangguran dan memperluas fenomena ekonomi serabutan, dan tahun 2025 menjadi periode berat bagi dunia ketenagakerjaan Indonesia-Dok. Disway.id-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi di berbagai sektor, mendorong lonjakan angka pengangguran dan memperluas fenomena ekonomi serabutan, dan tahun 2025 menjadi periode berat bagi dunia ketenagakerjaan Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran pada 2025 mencapai sekitar 7,3 juta orang, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,74 persen. 

Lulusan SMK menjadi penyumbang terbesar, disusul kalangan sarjana yang juga terdampak signifikan.

BACA JUGA:Buktikan Nanti, Satu KTP Satu Harga Gas LPG 3 Kg Bikin Hidup Rakyat Lebih Mudah atau Makin Ribet

BACA JUGA:Satu KTP Satu Harga: Apakah Gas Melon Tepat Sasaran atau Malah Masalah Baru?

Kondisi ini membuat banyak pekerja, termasuk mereka yang sebelumnya berada di posisi strategis, terpaksa banting setir. 

Sektor ekonomi gig seperti ojek online (Ojol) dan layanan berbasis aplikasi menjadi pilihan cepat untuk bertahan hidup.

Platform seperti Gojek, Grab, Maxim, hingga ShopeeFood menjadi penopang baru bagi ribuan pekerja yang kehilangan penghasilan tetap.

Namun, di balik fleksibilitasnya, ekonomi gig menyimpan ketidakpastian besar.

ekonomi gig adalah sistem pasar tenaga kerja yang didominasi oleh pekerjaan sementara, kontrak jangka pendek, atau pekerja lepas (freelancer) daripada karyawan tetap.

BACA JUGA:Pedagang Kecil Menjerit, Satu KTP Satu Harga Gas LPG 3 Kg Bikin 'Kecekek’

BACA JUGA:Makan Tempe Pun Nyicil, Ketika Sembako dan Pulsa Jadi Tawanan Paylater

Ojol Jadi Penyangga di Tengah PHK

Wahyu, mantan pekerja sektor formal, mengaku beralih menjadi pengemudi ojek online setelah perusahaan tempatnya bekerja mengurangi tenaga kerja akibat penurunan produksi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads